Sering lupa meletakkan kunci atau dompet? Atau, apakah Anda sering ketinggalan membawa barang? Berarti Anda tergolong pelupa. Ingin mengubah kebiasaan pelupa Anda?
Menurut buku ‘Metode Jitu Meningkatkan Daya Ingat’ yang ditulis oleh Deasy Harianti, untuk meningkatkan daya ingat ada dua hal penting. Atensi dan Konsentrasi.
Atensi adalah kebiasaan memperhatikan barang sekecil apapun. Seperti, menaruh pulpen, meletakkan kacamata, atau kunci rumah. Misalnya, saat Anda mengambil kunci rumah, coba diingat-ingat, di mana Anda mengambil itu, kunci apa yang Anda ambil, berntuknya seperti apa, dan di mana biasa Anda meletakkan kunci itu. Hal-hal kecil itu akan memberikan informasi pada otak yang merupakan proses atensi atau perhatian.
Jika proses atensi tersebut dijadikan kebiasaan terus-menerus, maka akan meningkatkan konsentrasi. Konsentrasi inilah yang akan membuat kita lebih fokus dan lebih mudah memanggil kembali ingatan kita akan sesuatu.
Selain itu, biasakan diri untuk tidak tergantung orang lain. “Kalau bergantung pada orang lain untuk mengingatkan sesuatu, kita tidak melatih diri dan otak kita. Sel-sel otak kita jumlah 1 trilyun. Dan, rata-rata manusia menggunakannya hanya 5 %. Untuk itu optimalkan sel-sel otak dengan melatih atensi dan konsentrasi. Berarti tanpa bergantung dari orang lain,” kata Deasy pada Talkshow penerbit Demedia berjudul ‘Memory Power’ di ajang Pesta Buku Jakarta.
Dalam buku tersebut, ada beberapa teknik untuk lebih mudah mengingat, yaitu:
1. Teknik plesetan.
Caranya dengan melatih bahasa asing. Salah satunya, ‘tounge’ yang artinya lidah. Anda membuat kalimat dari kata itu. Misalnya, lidah dijepit dengan tang. Kalimat itu ekstrem. Biasanya kalimat ekstrem akan menempel di otak. Teknik tersebut bisa terapkan pada anak sejak usia 5 tahun – sampai manula.
2. Mengenali ciri fisik
Ketika pertama kali kenalan, jika langung lupa nama orang yang dikenalkan pada Anda, ada cara jitu untuk mengingatnya. Misalnya, ketika Anda dikenalkan oleh si A. Coba perhatikan ciri fisiknya, apakah berambut keriting, bertubuh gemuk, atau berkacamata. Dari sini Anda bisa mengingat namanya dengan lebih jelas.
vivanews.com
Minggu, 28 Juni 2009
Mikaeel Telah Tiada

Michael Jackson yang telah berganti nama menjadi Mikaeel meninggal dunia hari kamis tanggal 25 Juni 2009 di LA waktu setempat. Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun.
Begitulah hidup, kesuksesan karier yang di dapat Michael Jackson ternyata tidak diimbangi oleh kesuksesan di bidang kehidupan lainnya. Ada ketimpangan dalam kehidupan seorang mega superstar seperti Michael Jackson. Di satu sisi, karir yang cemerlang dan popularitas yang bersinar di dunia entertaint ia miliki. Namun di sisi lain, ternyata ia didera masalah kesehatan yang cukup serius. dan hidup baginya sepi, walaupun ia sangat gemerlap di dunianya.
Yah, begitulah hidup,, Michael Jckson dengan semua kontroversi dan masa kelam hidupnya ternyata mendapat kesempatan yang sungguh anugrah terbesar bagi setiap manusia. Michael Jackson dibesarkan dalam agama Saksi Jehovah. Dia tertarik dengan Islam setelah berdiskusi dengan penulis lagu asal Kanada, David Wharnsby dan produser Phillip Bubal.
"Mereka berbicara kepada dia tentang keyakinan mereka dan bagaimana mereka menjadi orang yang lebih baik setelah masuk Islam. Michael segera tertarik. Seorang Imam dipanggil dari masjid dan Michael mengucapkan sahadat," kata seorang sumber
Mikaeel mengikuti jejak kakaknya Jermaine Friday untuk memeluk Islam pada tanggal 17 Desember 2003. Hidayah..begitu indahnya.. Dan sekarang, ia meninggal sebagai seorang muslim.
Sabtu, 20 Juni 2009
Sebenarnya, apa yang harus kita benahi dulu?
Akhir-akhir ini, rameee sekali berita pemilu. Acara2 yang mendukungnya pun banyak, ada debat capres lah, pemilu damai lah,, dalam setiap kesempatan masing2 capres saling sindir, merasa paling baik. Dalam setiap kesempatan masing2 tim sukses saling menjelekkan, sampai2 tak terasa ucapan yang lebih banyak berisi kebencian daripada pemikiran dengan logika seorang intelektual. Buat apa sihh pada ribut?? Pemilu ya monggo.. Mau nyalon jadi Presiden ya silakan.. Tapi apa nda bisa dengan cara2 yang santun? Mana teladannya buat rakyat?
Pasangan Flu Babi Menikah
Sepasang kekasih di Chicago, Amerika Serikat (AS) memutuskan menikah meski mereka berdua menderita influenza A (H1N1) atau flu babi, Minggu pekan lalu. Seperti pengantin lain, mempelai perempuan mengenakan gaun pengantin putih dan mempelai pria berjas hitam. Hanya saja mereka mengenakan aksesori lain, yakni masker yang menutupi wajah dan sarung tangan lateks.
Padahal, kurang dari 48 jam sebelum pernikahan digelar, dokter menyatakan bahwa mereka mengidap virus yang telah menewaskan 145 orang di 74 negara tersebut. Namun, Ilana Jackson dan Jeremy Fierstien teguh melangkah ke pelaminan setelah dokter meyakinkan mereka bahwa para tamu undangan tidak akan terancam tertular.
Namun untuk berjaga-jaga, kedua mempelai berusia 26 tahun tersebut menjaga jarak dengan anggota keluarga dan teman-teman mereka. Mereka mengambil jarak sekitar 10 kaki dari orang-orang yang mereka kasihi. Bahkan mereka sengaja mengambil jalan berputar saat menuju altar, dan tidak berjalan di tengah-tengah hadirin di sinagoga tersebut.
Jackson mengatakan, mereka sempat bercanda kalau mereka mengidap flu babi setelah mengalami mual dan muntah, nyeri tubuh, dan demam. Namun mereka tidak pernah menyangka kalau mereka benar-benar mengidap flu babi. Jackson mengaku, situasi ini sangat tidak menguntungkan, tetapi mereka ingin terus melangkah maju dengan melangsungkan pernikahan yang telah mereka rencanakan tersebut.
-vivanews.com-
Padahal, kurang dari 48 jam sebelum pernikahan digelar, dokter menyatakan bahwa mereka mengidap virus yang telah menewaskan 145 orang di 74 negara tersebut. Namun, Ilana Jackson dan Jeremy Fierstien teguh melangkah ke pelaminan setelah dokter meyakinkan mereka bahwa para tamu undangan tidak akan terancam tertular.
Namun untuk berjaga-jaga, kedua mempelai berusia 26 tahun tersebut menjaga jarak dengan anggota keluarga dan teman-teman mereka. Mereka mengambil jarak sekitar 10 kaki dari orang-orang yang mereka kasihi. Bahkan mereka sengaja mengambil jalan berputar saat menuju altar, dan tidak berjalan di tengah-tengah hadirin di sinagoga tersebut.
Jackson mengatakan, mereka sempat bercanda kalau mereka mengidap flu babi setelah mengalami mual dan muntah, nyeri tubuh, dan demam. Namun mereka tidak pernah menyangka kalau mereka benar-benar mengidap flu babi. Jackson mengaku, situasi ini sangat tidak menguntungkan, tetapi mereka ingin terus melangkah maju dengan melangsungkan pernikahan yang telah mereka rencanakan tersebut.
-vivanews.com-
Horeee...Ahmadinejad jadi Presiden Iran lagi..
Teheran - Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, Mahmoud Ahmadinejad terpilih kembali menjadi presiden Iran untuk kali kedua berturut-turut. Ahmadinejad jauh mengungguli pesaing terberatnya mantan Perdana Menteri Mir Hossein Mousavi. Alhamdulillah...
"Dengan 47,3 persen dari semua kotak telah dihitung, dengan jumlah 15.251.781 suara, Ahmadinejad menerima 10.230.478 suara, atau 67,07 persen dari seluruh suara. Perolehan itu berbanding dengan 4.628.912, atau 30,34 persen suara bagi penantang terdekatnya, mantan perdana menteri Mir Hossein Mousavi," jelas Ketua Komisi Pemilihan di Kementerian Dalam Negeri. Kamran Daneshjoo di Teheran, Iran, Sabtu (13/6/2009).
Sedangkan bekas komandan Garda Revolusi Mohsen Rezai terhempas jauh di urutan ketiga, dengan perolehan sekitar 259.456 suara atau 1,7%. Sementara mantan Ketua Parlemen Mehdi Karroubi menyusul di posisi keempat dengan raupan 132.935 suara, atau 0,86%.
Mengapa Ahmadinejad selalu dikagumi? Rasanya sudah menjadi rahasia umum, kerinduan akan sosok yang berani melawan hegemoni dunia, diantara hal menarik yang tertancap kuat dalam sanubari warga dunia. Seperti yang baru saja terjadi di konferensi Durban 2, Jenewa. Meskipun politisi asal negara-negara adikuasa berusaha menghadang langkah berani Ahmadinejad dengan melakukan aksi walkout, tapi dukungan dari berbagai kalangan terhadap isi pidato Ahmadinejad tetap berdatangan dari berbagai belahan dunia.
Chanel 1 televisi Rusia, menyebutkan Pidato Ahmadinejad mendapat sambutan luar biasa dari peserta konferensi Jenewa, tentu saja dari yang hadir setelah aksi walkout. Beberapa jurnalis juga memuji kekuatan pidato Ahmadinejad, seperti diungkap jurnalis Mesir, yang dikutip Kaihan, Rabu, 22 April 2009: “Sejujurnya harus diakui , Ahmadinejad menjadi bintang dalam pertemuan Jenewa. Ia dengan penuh keberanian menyebutkan bahwa bangsa Israel lah yang paling rasial ”
Sambutan hangat juga berdatangan dari warga dunia lain, Masud Shajrah, ketua komisi hak-hak asasi manusia untuk urusan muslim Inggris dalam salah satu wawancaranya dengan Irna menyebutkan: “Pidato Ahmadi nejad dalam konferensi Jenewa mengungkap kebohongan para pengusung anti rasisme” Sedang salah seorang pengamat media CNN asal Inggris, menuliskan protes adanya dualisme dunia Barat: “Kita di sini selalu bicara soal kebebasan, tapi mengapa harus memboikot pidato Ahmadinejad”
Di dalam negeri sendiri, tanggapan atas pidato Ahmadinejad mengalir dari berbagai kalangan. Anggota dewan di sela-sela sidang mengeluarkan pernyataan mendukung penuh isi pidato Ahmadinejad. Ahmad Tavakoli dalam salah satu pernyataannya memuji sikap Ahmadinejad: “Para penuntut kebebasan bangga terhadap pembelaan Ahmadinejad pada kaum tertindas” Pernyataan serupa didukung oleh 210 anggota dewan lainnya.
Dari kalangan ulama, berbagai reaksi juga terus berdatangan. Ayatullah Nuri Hamedani menegaskan: “Inilah langkah keberanian yang diwariskan Imam Khomeini, Ahmadinejad di tengah situasi memanas, dengan sabar mampu menyelesaikan pidatonya dan menyeret Israel sebagai pihak yang sangat rasial” Sedang di kalangan masyarakat umum, sebuah lembaga polling yang dikutip Kaihan menyebutkan 90 persen masyarakat Iran menyetujui pidato Ahmadinejad meningkatkan rasa percaya diri warga Iran.
Reaksi positif juga muncul dari kalangan kampus. 40 organisasi kemahasiswaan, diantara yang cukup populer, Basij Daneshjui mengeluarkan pernyataan sikap bersama mendukung langkah presiden Ahmadinejad dalam konferensi Jenewa: “Pidato Ahmadinejad menunjukkan, sampai saat ini masyarakat dunia masih haus dengan seruan yang mengandung ruh, yang dapat menyatukan dunia tanpa memandang bangsa dan warna kulit”
Sosok yang berdiri tegar memperjuangkan kaum tertindas memang akan selalu di damba di muka bumi, dinanti pecintanya di setiap bumi. Seperti pagi itu, pukul 06.40 ratusan pemuda sudah mengitari bandara Mehrabad untuk menyambut kehadiran sang pemberani yang kembali dari sebuah misi kemanusiaan, misi anti rasisme. Barangkali inilah yang dimaksud kantor berita Fars, sebagai kembalinya sang pemenang.
beritajatim.com
sophiazahra.multiply.com
"Dengan 47,3 persen dari semua kotak telah dihitung, dengan jumlah 15.251.781 suara, Ahmadinejad menerima 10.230.478 suara, atau 67,07 persen dari seluruh suara. Perolehan itu berbanding dengan 4.628.912, atau 30,34 persen suara bagi penantang terdekatnya, mantan perdana menteri Mir Hossein Mousavi," jelas Ketua Komisi Pemilihan di Kementerian Dalam Negeri. Kamran Daneshjoo di Teheran, Iran, Sabtu (13/6/2009).
Sedangkan bekas komandan Garda Revolusi Mohsen Rezai terhempas jauh di urutan ketiga, dengan perolehan sekitar 259.456 suara atau 1,7%. Sementara mantan Ketua Parlemen Mehdi Karroubi menyusul di posisi keempat dengan raupan 132.935 suara, atau 0,86%.
Mengapa Ahmadinejad selalu dikagumi? Rasanya sudah menjadi rahasia umum, kerinduan akan sosok yang berani melawan hegemoni dunia, diantara hal menarik yang tertancap kuat dalam sanubari warga dunia. Seperti yang baru saja terjadi di konferensi Durban 2, Jenewa. Meskipun politisi asal negara-negara adikuasa berusaha menghadang langkah berani Ahmadinejad dengan melakukan aksi walkout, tapi dukungan dari berbagai kalangan terhadap isi pidato Ahmadinejad tetap berdatangan dari berbagai belahan dunia.
Chanel 1 televisi Rusia, menyebutkan Pidato Ahmadinejad mendapat sambutan luar biasa dari peserta konferensi Jenewa, tentu saja dari yang hadir setelah aksi walkout. Beberapa jurnalis juga memuji kekuatan pidato Ahmadinejad, seperti diungkap jurnalis Mesir, yang dikutip Kaihan, Rabu, 22 April 2009: “Sejujurnya harus diakui , Ahmadinejad menjadi bintang dalam pertemuan Jenewa. Ia dengan penuh keberanian menyebutkan bahwa bangsa Israel lah yang paling rasial ”
Sambutan hangat juga berdatangan dari warga dunia lain, Masud Shajrah, ketua komisi hak-hak asasi manusia untuk urusan muslim Inggris dalam salah satu wawancaranya dengan Irna menyebutkan: “Pidato Ahmadi nejad dalam konferensi Jenewa mengungkap kebohongan para pengusung anti rasisme” Sedang salah seorang pengamat media CNN asal Inggris, menuliskan protes adanya dualisme dunia Barat: “Kita di sini selalu bicara soal kebebasan, tapi mengapa harus memboikot pidato Ahmadinejad”
Di dalam negeri sendiri, tanggapan atas pidato Ahmadinejad mengalir dari berbagai kalangan. Anggota dewan di sela-sela sidang mengeluarkan pernyataan mendukung penuh isi pidato Ahmadinejad. Ahmad Tavakoli dalam salah satu pernyataannya memuji sikap Ahmadinejad: “Para penuntut kebebasan bangga terhadap pembelaan Ahmadinejad pada kaum tertindas” Pernyataan serupa didukung oleh 210 anggota dewan lainnya.
Dari kalangan ulama, berbagai reaksi juga terus berdatangan. Ayatullah Nuri Hamedani menegaskan: “Inilah langkah keberanian yang diwariskan Imam Khomeini, Ahmadinejad di tengah situasi memanas, dengan sabar mampu menyelesaikan pidatonya dan menyeret Israel sebagai pihak yang sangat rasial” Sedang di kalangan masyarakat umum, sebuah lembaga polling yang dikutip Kaihan menyebutkan 90 persen masyarakat Iran menyetujui pidato Ahmadinejad meningkatkan rasa percaya diri warga Iran.
Reaksi positif juga muncul dari kalangan kampus. 40 organisasi kemahasiswaan, diantara yang cukup populer, Basij Daneshjui mengeluarkan pernyataan sikap bersama mendukung langkah presiden Ahmadinejad dalam konferensi Jenewa: “Pidato Ahmadinejad menunjukkan, sampai saat ini masyarakat dunia masih haus dengan seruan yang mengandung ruh, yang dapat menyatukan dunia tanpa memandang bangsa dan warna kulit”
Sosok yang berdiri tegar memperjuangkan kaum tertindas memang akan selalu di damba di muka bumi, dinanti pecintanya di setiap bumi. Seperti pagi itu, pukul 06.40 ratusan pemuda sudah mengitari bandara Mehrabad untuk menyambut kehadiran sang pemberani yang kembali dari sebuah misi kemanusiaan, misi anti rasisme. Barangkali inilah yang dimaksud kantor berita Fars, sebagai kembalinya sang pemenang.
beritajatim.com
sophiazahra.multiply.com
Liliana gagal ke perempat final
Ganda campuran andalan Indonesia Nova Widianto dan Liliyana Natsir kandas di babak delapan besar Indonesia Open Super Series 2009. Langkah keduanya kandas ditangan unggulan kelima asal China, Zeng Bo/Ma Jin dua game langsung 17-21, 21-18, Jumat (19/6) di Istora Senayan, Jakarta. Nova/Liliyana yang tampil sebagai unggulan sempat memberikan perlawanan yang ketat di game pertama. Setelah beberapa kali sempat menyamakan kedudukan, Nova/Liliyana akhirnya menyerah dengan skor 18-21. Kegagalan ini mengakibatkan Indonesia tak menyisakan wakilnya di nomor ganda campuran.

Padahal jarang-jarang kan bisa nonton tv yang ada Liliananya... Yah, tapi gapapalah, aku tau kok Nova sama Liliana udah mati-matian berusaha biar menang.
Doain Ayomi ya kawan, biar kapan-kapan bisa ketemu sama mbak Liliana, gemes banget aku sama dia. Hahaha.. Nggak penting ya? Biarin...
dikutip sedikit dari vivanews.com

Padahal jarang-jarang kan bisa nonton tv yang ada Liliananya... Yah, tapi gapapalah, aku tau kok Nova sama Liliana udah mati-matian berusaha biar menang.
Doain Ayomi ya kawan, biar kapan-kapan bisa ketemu sama mbak Liliana, gemes banget aku sama dia. Hahaha.. Nggak penting ya? Biarin...
dikutip sedikit dari vivanews.com
Kamis, 18 Juni 2009
Seberapa pantas
Seberapa pantaskah kau untuk ku tunggu
Cukup indahkah dirimu untuk selalu ku nantikan
Mampukah kau hadir dalam setiap mimpi burukku
Mampukah kita bertahan di saat kita jauh
Seberapa hebat kau untuk ku banggakan
Cukup tangguhkah dirimu tuk selalu ku andalkan
Mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang
Sanggupkah kau meyakinkan di saat aku hilang
Celakanya hanya kaulah yang benar2 Aku tunggu
Hanya kaulah yang benar2 memahamiku
Mungkin kini kau tlah menghilang tanpa jejak
Mengubur semua kenangan…
Cukup indahkah dirimu untuk selalu ku nantikan
Mampukah kau hadir dalam setiap mimpi burukku
Mampukah kita bertahan di saat kita jauh
Seberapa hebat kau untuk ku banggakan
Cukup tangguhkah dirimu tuk selalu ku andalkan
Mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang
Sanggupkah kau meyakinkan di saat aku hilang
Celakanya hanya kaulah yang benar2 Aku tunggu
Hanya kaulah yang benar2 memahamiku
Mungkin kini kau tlah menghilang tanpa jejak
Mengubur semua kenangan…
Langganan:
Postingan (Atom)