Tampilkan postingan dengan label iseng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iseng. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 April 2014

ruang yang kau sediakan #2 [serial tifani dan azzam]

gadis itu hendak beranjak ketika tiba-tiba ekor matanya menangkap seseorang yang begitu dikenalnya sejak kecil.
azzam! ngapain dia disini?! huuh. gerutunya.

yang ditangkap oleh ekor mata justru sudah menyadari sejak lama, dan ketika gadis itu (namanya tifani) sempurna menolah, azzam sudah nyengir melihatnya.

"dari tadi lu ngliatin gue?" semprot tifani langsung.

"iya, hahaa. muka lu kocak. ada hal 'berat' yang lagi lu pikirin ya fa?"

"heu -.-, dasar profesor sotoylogi"

"gue serius nanyanya fa..."

"jawab dulu pertanyaan gue: ngapain lu ada disini sekarang?"

senyum manis. hal yang azzam lakukan ketika menyembunyikan sesuatu.
"gue lagi ngecek frekuensi kita aja fa..haha, masih se-frekuensi ternyata, buktinya gampang banget gue nemuin lu disini"

mm, tifani diem sejenak. tumben bahasanya azzam rada berat.
 "ga ngerti gue sama maksud lu zam"

"yaelah ujubune tifaniiii!!, lola lu peliara ye.. hahahaa" azzam kabur dan mengambil kunci motor tifani..

"eh, itu motor gue!"

"gue pinjem dulu dah..ada urusan bentar"
sebelum tifani lanjut protes azzam buru2 klarifikasi: "tenang, cuma bentar kok shalihah sahabatku.. lu tunggu aja di cafe cokelat sebelah ye, gue yang bayar dah"

tifani nggak punya pilihan, dia percaya sama azzam walaupun rese luar biasa sahabatnya itu.
yang membingungkannya adalah: "buat apa azzam ada di kota ini sekarang? ada urusan apa dia? dan kenapa tepat disaat semua ini sedang dihadapi tifani.."
ah, mending gue minum cokelat dingin aja, daripada mikirin maksudnya si azzam. ntar gue tanya baik-baik dah ke dia..biasanya kan juga gitu, hehee "husnudzon selalu lebih baik" pikir tifani sambil cengar cengir
dan ada sms masuk dari azzam, isinya singkat "pesenin gue cokelat panas ya,haha"

---
benar, memang tidak lama, sekitar 10menit sejak sms pesan cokelat panas itu, azzam sudah kembali.
dikota ini, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00, jam 8 malam.
tifani memang memiliki kebiasaan tertentu saat terjadi hal tertentu,
ya, dia akan mendatangi tempat yang nyaman dan bisa membuatnya rileks. dan disanalah azzam sengaja menunggu tifani dan benar saja, mereka bertemu.
persahabatan yang unik. karna sebenarnya secara intensitas komunikasi, mereka terbilang cukup jarang.

tepat cekelat panas baru tersaji..
azzam mengambil tempat duduk semeja dengan tifani, yaiyalah..emang mereka mau ngobrol pake toa -__- heu, emang mau ngobrol ya..

2 menit yang hening.

"fa.."azzam membuka percakapan
"gue emang sengaja kesini mau nemuin lu, gue tahu tempat mana yang bakalan lu datengin" jeda lagi. azzam emang pinter bikin orang penasaran, denger2 di tempat kerjanya sekarang dikota besar, dia sering diminta buat mengisi suatu aja bertajuk motivasi
 "kenapa lu nggak cerita buat urusan segede ini ke gue?"

erg -,- tifani kaget

"urr..urrusan apaan zam?"

azzam pasang muka 'wew'... "udah minum cokelat tetep lola aja lu"

gue timpuk juga dah ngatain mulu.gerutu tifa

hahahaa. mereka tertawa sejenak bersama.

tifani ambil napas panjang, azzam kira..bakal ada yang dia ceritain, ternyata tifani bener2 cuma ngambil napas panjang. dasar! oke kalau hari ini mungkin jatah gue yang banyak ngomong pikir azzam

"tifa...lu jelas bukan orang lain lagi bagi gue, gue pikir lu juga tahu..
dan gue juga mungkin bukan oranglain buat lu, kita dah kenal dari kecil. walaupun jarang ketemu atau ngobrol, gue akui..sejauh ini, teman terbaik gue ya lu fa..mungkin hal yang sama juga yg lu rasain, he'eh.."azzam sadar banyak kalimatnya yg aneh, dia cuma garuk2 kepala aja.
"jadi..nggak mungkin gue akan biarin lu ..erg..gue kesulitan cari kata2 yg tepat. jadi nggak mungkin gue akan ngebiarin lu nggak bahagia,hehe hehe" lega,azzam menyelesaikan kalimatnya. fiuuhh

tifani nyengir, lu lucu amat zam..
"..gue baik2 aja, lu ga usah khawatir. menghela sejenak, tifani meneruskan, "gue cuma belum dapet jawaban terbaiknya"

"kalau boleh gue tanya" tetiba azzam menyela
"sebenernya lu yakin nggak dengan semua ini?"

tifani menunduk, ah, dia nggak mau terlihat berkaca di depan azzam, sekalipun azzam adalah teman terbaiknya.

"tifa..."

nggak bisa nahan, tifani akhirnya sesegukan

gue rasa sebaiknya semua ini diselesein, tapi azzam menahan untuk tidak mengatakannya, dia mempertimbangkan keadaan tifani sekarang

"tifa...lu harus hadapi ini..lu harus berani"

"gue udah sampein zam, gue udah bilang, tapi nggak ada satupun yang menggubris, bahkan dia sekalipun"

sial.bagaimana aku bisa percaya pada orang seperti itu. azzam berpikir.
"kalau gitu, sebaiknya lu ambil jalan sendiri aja secepatnya"

"hah?! maksud lu zam?"

hem -_- kebiasaan lola
"maksud gue, lu segera urus proses sama yg lain"

"apa-apaan lu zam, gue belum siap lah!" protes, tifani mulai nggak suka, azzam terlalu ceplas ceplos.

"tifaaa! itu satu-satunya solusi. gua nggak mungkin ngebiarin lu sama dia, dengan sikapnya sekarang aja gue udah tau bakal seperti apa sikapnya nanti, walaupun mungkin dia punya ribuan alasan untuk diterima, karna lepas dari sikapnya sekarang, gue tahu dia penuhi semua kriteria baik"

"itu bukan solusi satu-satunya"
erg...maksudnya?
"gue pegang sebuah kunci, dan kunci ini bisa membuka 3 pintu sekaligus. sekarang gue lagi usaha ngedapetin kunci itu untuk berfungsi..
..insyaAllah semua bisa clear gue selesein kalau 1-2 bulan kedepan bisa gue lewatin"
tifani senyum

azzam juga tersenyum, tapi tidak sepenuhnya dia lega. azzam tahu betul tifani, bisakah tifani menyelesaikannya?

gue harus tetep keliatan tenang di depan azzam, berabe kalo azzam ikutan andil di urusan ini,makin runyam ntar, tifani mbatin.

"yayy!! jadi lu kesini cuma buat nanyain aku soal ini zam?ampun dah..penting banget gue buat lu yak, ekekek"

"heu,sambil ada kerjaan sebenernya gue kemari" sambil ngasal azzam jawab
"tifa, gue serius nih..lu benerin bisa ngatasin ini?"

"yap" tifa meyakinkan sambil senyum lebar, itu ekspresi tifa yang paling meyakinkan memang

"hmm. oke lah, mungkin aku bisa balik malem ini ke kota"

"hui..cepet amat zam"

"ya,mau apa lagi, itu pilihan lu fa.. gue tahu, ini semua terasa berat buat lu, gue pengin ikut bantu ngringanin beban lu, sebagai sahabat dan teman terbaik. tapi tampaknya,kali ini gue juga mesti ngerti, gue paham..lu tetep mau jaga izzah lu sbg seorang muslimah, sekalipun itu sama gue..laki2 bukan mahram yg saat ini mungkin paling kamu percaya, hehe
baiklah, see you next time tifa, jangn lupa kabarin gue. dan satu lagi, gue siap jd konsultan kapan aja :D"
azzam beranjak..

secepat itu.. tifa tertegun
sebenernya,siapa sih ini yang lagi nyembunyiin sesuatu? fiuhh.
tifani juga berkemas, pulang.

Jumat, 18 April 2014

mauuu [end]

masih ingat dengan postingan saya yang ini? hehee :D

pemberitahuan, saya sudah baca
semoga ga kayak tegar atau rossie
ribet, kayak ga kenal tarbiyah aja hidupnya :p

tapi kalau kayak jasmine, bahkan lily, ga masalah lah.. :)

lumayan jadi inspirasi namain anak2 sepaket gitu: anggrek, sakura, jasmine, lily dan emaknya namanya rossie dan bapaknya namanya tegar karang.
emang dasar pengarang,
bang tere, bang tere.. gue mau bikin novel juga ah

*sepertinya saat semua ini ditulis, saya lagi nge-lindur :D

adios

Jumat, 11 April 2014

berarti

mungkin hidupku tak akan lama
tapi aku citakan hidup yang tak lama ini bisa berarti




wahai mentari, bisa kau bagikan sedikit senyum cerahmu itu?

duhai senja...sampai kapan lagi aku harus menunggumu menetap lebih lama?

Jumat, 21 Maret 2014

debu, bagaimanapun

jika kau tahu dirimu tak lebih dari sebutir debu
seharusnya itu linear dengan kesadaran pengetahuanmu bahwa mesti jauh harap untuk terlihat

jika kau tahu dirimu tak lebih dari sebutir debu

bagaimanapun,
kau mesti tetap ringan mensucikan..
ya, bagaimanapun
menjadilah debu yang tetap ringan dan mensucikan


*Selamat berjuang kawan :')
ayomi albanna, senja Ramadhan -99

Minggu, 05 Januari 2014

sepucuk surat (copas)


Sepucuk Surat Rindu Teruntuk Wanita dengan Alis dari Hitam Garis Cahaya

Teruntuk bidadari dengan …alis dari garis cahaya.. aku telah banyak membaca mengenai surga dan kenikmatan didalamnya yang kekal dan abadi.
Sungguh saat ini aku sedang membidik perasaanku ke arah kenikmatan surga.
Aku begitu tertegun kala mengetahui sifat-sifatmu yang Allah kabarkan dalam Al-qur’an maupun hadist-hadist beserta penjelasan shohih dari para ulama salaf.
Kukabarkan padamu dengan penuh harapan bahwa aku sungguh merindukanmu.
Tentulah percikan tulisan melalui penaku ini belum dan tak akan mampu menumpahkan segala kerinduan yang ada.
Aku berharap kelak kita akan bertemu pandang kala berjumpa di mata air salsabil.
Akan kuajak engkau menyusuri sungai bariqh (sungai para syuhada) yang dekat dengan pintu surga. Engkau pasti tau bahwa riak airnya begitu menggoda hati untuk meneguknya..
Ingin kuajak engkau bercanda sambil bermain di pelataran taman2 surga sembari mendengarkan merdunya nyanyian burung-burung yang bersimponi ala mereka. Mereka merumput dibawah Arsy Allah dan minum dari mata air tasnim yang sangat murni dan merupakan minuman terbaik bagi penduduk surga.
Sungguh pemandangan yang menakjubkan, bukan??
Bagaimana tidak, taman tempat kita bermain begitu mengagumkan pandangan dan menyejukkan jiwa. Tanahnya adalah kesturi dan za’faran yang begitu lembut bagai tepung terigu yang amat halus saat disentuh.
Namun saat ini kita ditakdirkan belum berjumpa. Aku tak akan sedih dan gundah. Aku kan selalu tersenyum dengan senyum yang memekarkan sungging penuh rindu. Aku hanya bisa mengobati rinduku dengan menuntut ilmu syar’i agar mampu merentas jalan menuju negerimu, yaitu jalan istiqomah yang telah didahului para salaf..
Semoga Allah menganugerahkanku syahid dalam keadaan menuntut ilmu.. tunggu aku dalam tenda mutiara jingga di dekat mata air salsabila.
Salam rindu dari pangeran yang kau tunggu,
Hamba Alloh yang fakir
Fachrian Almer Akira
(Yani Fachriansyah Muhammad As-samawiy)
********
catatan :
ini adalah file tulisanku 16 bulan yg lalu. aku berharap agar kita para ikhwan (termasuk aku sendiri) berusaha itiqomah karena fitnah syubhat wa syahwat selalu datang menghantam karang keimanan.. mudah2n sedikit terobati dengan adanya sepucuk suratku ini. Begitu pula dengan akhwat agar tegar menyusuri jalan istiqomah sehingga membuat bidadari begitu cemburu..
Subhanaka allahumma wabihamdika astaghfiruka wa atuubu ilaika.


karna menurut saya bagus dan saya males nyimpen di dokumen pribadii..maka..saya publish saya d blog ya..gpp kan? udah gpp. dan ga usah protes :p
makasih :D

Jumat, 15 November 2013

Tempora mutantur

betapa zaman telah banyak berubah ya dik.. aku masih ingat betul saat seusiamu, bagi kami yang merupakan manusia-manusia "ketimuran" yang khususnya masih mengenal adab2, sopan-santun..meski dalam islam itu juga ada. betapa kami mencengkram kuat hal itu, pantang untk "kurang ajar" pada kakak2..hatta beliau tak sepemahaman, bahkan marhalahnya tak lebih tinggi dari kami, betapa kami tetap membesarkan hatinya sebagai seorang yang lebih tahu di lapangan, lebih lama makan asam-garam..meski beliau punya lebih banyak kekurangan..bukankah tiap manusia punya sisi kebaikannya?
dan aku tak tahu dik, berpuluh tahun belum terlewati, tapi kurasakan kalian berbeda sekali dengan kami dahulu.. ya,memang kalian sangat pandai, lebih tahu banyak hal, bahkan bisa jadi kalian telah merasa melakukan lebih banyak amal ditempatmu yang baru..
aku mengakuinya dan tidak keberatan dengan paket2 kelebihanmu, justru aku senang, penerus kami orang-orang hebat!
tetapi, betapa aku sedih ternyata ilmu telah membutakan adab sopan-santun-mu, menumbuhkan percik kesombongan dalam laku-mu, bahkan kau tak segan mmandang remeh kami yang memang tak lebih hebat darimu..walaupun pengalaman dilapangan lebih lama dari kalian. apakah kalian tak diajarkan untuk memanusiakan manusi2 dik? tidak membuatnya merasa lebih rendah darimu, tidak membuatnya merasa digurui olehmu, tidak membuatnya merasa tak berharga lagi karena kalian--adik2nya sudah tahu dan bisa segalanya..?
ya, zaman sudah demikian berubah ternyata ya dik.. mungkin kami akan tergilas zaman, dan aku tetap kolot seperti ini


hanya hipotesa, tidak penting!
jumat,15Nov2013

ikhlas #2

menurutku, sangat manusiawi jika kau merasa iri, atau cemburu terhadap saudaramu yang melesat jauh..
betapapun kamu tahu kekurangan-kekurangannya dahulu..bahkan kau ikut serta mendorongnya ke depan..

dan kini..
saaat waktu menunjukimu sebuah keniscayaan bernama: perubahan, kau kelabakan, hey..dia yang dulu sering kau ajari ini itu telah melesat jauh menjadi bintang terang
dan kau.. tetap usang ditempatmu

saat kehadirannya dinanti, ketiadaannya dicari, kata-katanya di dengar, perintahnya ditaati dan kau mendapati dirimu dalam kebalikannya.. hey, menyedihkan sekali kedengarannya ya. dan ternyata, kau benar2 sedih..

(hah ya Allah..hamba juga ingin mengepakkan sayap lebih jauh, membawa cahaya islam-Mu menyebar lebih luas..hamba juga ingin Rabb..T.T)

betapa Allah ajarkan ikhlas berkali-kali.. dan sudahkah kau ikhlas, Nak? ..ehm..sepertinya belum.



malam jumat tahfidz, 15 november 2013

existimans

dari milyaran manusia diatas bumi ini, pernahkah kau berpikir bukankah sangat mungkin banyak orang yang lebih sedih dari kamu hari ini, tertimpa permasalahan yang lebih pelik, kesialan yang lebih bertubi, kesendirian yang lebih menyakitkan?? pernahkah kau berpikir bahwa hampir sebagian harimu kau habiskan dengan perasaan sedih, tak berdaya dan merasa sendiri? pernahkah kau berpikir bahwa dari milyaran manusia, banyak yang lebih terbuang dari pada kamu, lebih terhinakan dan lebih tak punya siapa-siapa?

pernahkah kau berpikir apakah manusia-manusia yang kehadirannya tak pernah dinanti, ketidakhadirannya tak dicari, perkataannya tak di dengar dan wajah serta namanya tak diingat orang-orang berarti sama juga perlakuan Tuhan padanya?

pernahkah kau berpikir bahwa surga tak pantas bagi manusia yang berkali-kali sakit?

pernahkah kau berpikir bahwa sebaiknya kau berlari tanpa peduli dengan perasaan sedihmu, tanpa peduli tanpa kesendirianmu, tanpa peduli pada sakitmu? pernahkah kau berpikir untuk itu? untuk tak menghiraukan dirimu..karna kau mengejar Tuhan-mu..? duhai pernahkah??

lantas sekarang kutanya, apa kau tak berpikir untuk menghabiskan sisa umurmu dengan kesedihan dan penyesalan yang mendalam? apa kau ingin kesedihan dan kesendirianmu yang akan membunuhmu perlahan atau secepatnya? tidakkah kau berpikir untuk membuang semua itu dan mengganti jiwamu yang lemah dan tak berdaya itu ndengan jiwa yang baru? jiwa yang merdeka? jiwa yang tak tertawan kesedihan, keterpecundangan, kesendirian, kesepian dan ketidakberdayaan?

merdekalah.. merdekalah..

jelang 01.a.m 15 November 2013
rq

Senin, 28 Oktober 2013

cukupkanlah ya Allah

bismillah..

saya tahu dan sadar betul
saya hanyalah debu diarea ini..berguna tidak, sering bikin batuk dan perih mata iya (hehee ^^v)
saya tahu
seringkali saya dzolim terhadap saudara2 saya, membiarkan mereka berjuang sendiri..
tapi, saya tahu
Allah selipkan banyak hikmah atas semua ini
apa yg mesti kau tanggung,
dan apa yg mesti kutanggung
beda, terlampau malah
saya memang begitu perasa..terkadang, antara kelewat pede dan sotoy, saya tahu betul apa yg sedang kau rasakan saudaraku..
Demi Allah! jikalah semua ini sanggup kulewati tanpa menyakiti..
tapi, bukankah ingin manusia memang tak pernah habis?

Rabb.. dahulu aku sering meminta ini dan itu
Rabb.. dahulu aku sering mempertanyakan mengapa begini dan begitu
Rabb...dahulu aku sering, teramat..eh, teramat sering protes..dan tidak bersyukur..dan lupa untuk meminta sabar..lupa untuk meminta kekuatan..
dahulu, betapa seringnya aku ambil kendali yang seharusnya kuserahkan sepenuhnya kepada-Mu?

Rabb.. sampai hari ini dan kapanpun..
tentu aku akan terus meminta ini dan itu.. ya, pada siapa lagi?

Maka Rabb.. kuminta.. cukupkanlah apa2 yg sudah kau beri sejak lahirku sampai hari ini
cukupkanlah hatiku untuk menerimanya
cukupkanlah jiwaku..untuk sanggup menopangnya
cukupkanlah... agar aku mampu lewati ini, sepotong pedih yg tak kunjung lalu
sepotong luka yg selalu menganga, tidak setiap tahun, tidak setiap bulan.... usiaku sudah 22 Rabb...
22 tahun dg luka.. dg pedih... terlalu bebalkah aku? ya, sepertinya ada yg salah dg ikhlasku.. ada yg salah dengan berserah diriku..
usiaku sudah 22 Rabb... aku minta sepotong saja..jika Engkau akan memberikannya utuh..nanti..tak apa.. tapi cukupkanlah... cukupkanlah segalanya.. agar aku lewati semua ini dg baik....
kerinduan ini...
buncah segala rasa ini..
Rabb... begitu istimewakah keluarga kecil kami? hingga kau memisahkan kami yg bertiga di tiga tempat berjauhan...bertahun2...
Rabb... hamba teramat rindu... teramat... teramat...

*bagus, lagi2 mewek d blog*


abi....habis kata2ku..berapa puisi untukmu, berapa getar rindu untukmu, berapa doa untukmu... abi...habis kataku..
ummi...habis pula kataku..berapa tangkai bunga kusiapkan..berapa kalimat indah nan romantis ingin kuungkapkan..bertanya hingga larut..kapan? kapan? kapan? kapan ummi? hiks.....
dan kau makhluk planet kripton..aku tak minta cepat2..tapi segeralah selesaikan semua persiapanmu..dan 'selamatkan' aku dari segala ini

mimpiku sederhana saja Rabb.. T.T (rumah,9 dzulhijah 1434)
sabar ya mbak..karna apapun itu.. (rumah,27oktober2013)

Selasa, 01 Oktober 2013

(repost) tulisan: waktunya bicara

Tidak selama cinta itu harus diam-diam, ada waktunya di harus diungkapkan agar dunia tahu dan kamu pun tahu. Jawaban apa yang Allah berikan kepada diammu.
Tidur pun ada masa bangunnya karena kamu harus menyiapkan hari ini dan menjalaninya. Bertemu orang-orang yang akan mengubah hidupmu di masa depan.

Tidak selama cinta itu harus sembunyi-sembunyi, karena ada waktunya dia meminta keberanianmu. Untuk mempertahankannya atau melepaskannya. Dan kamu keluar dari tempat persembunyianmu untuk menunjukkan dirimu, bahwa ada kamu yang selama ini mengamati.

Yang menjadi pertanyaan besar disini adalah kapan waktu itu datang, kapan kamu harus mengungkapkan dan kapan kamu keluar dari persembunyian. Aku tidak tahu, kamu tidak tahu. Tapi kita pernah mendengar ungkapan biarkan waktu yang menjawab semua ini. Waktu biasanya menjawab dengan keadaan. Dan kamu harus menyiapkan diri untuk keadaan itu kapanpun juga. Atau kamu akan kehilangan selama-lamanya tanpa tahu jawaban apa dari sikap diam dan sembunyi-sembunyimu.

Aku menulis ini untuk laki-laki. Seorang teman perempuanku yang hendak menikah pernah mengatakan bahwa laki-laki harus siap kapanpun perempuan siap. Karena laki-laki terlalu penakut untuk bicara dan terlalu lama bersembunyi. Sementara keadaan menuntut kepastian bicara dan keberanian, laki-laki banyak yang undur diri.

Sementara laki-laki yang tidak siap hanya mengajak pada hubungan yang tidak jelas akhirnya, pada aktivitas yang mendekati zina. Dan bukan itu yang perempuan butuhkan sebenarnya.
Bicaramu-keberanianmu-kepastianmu.
Bandung, 30 September 2013


~iseng, haha :D
ini yg nulis laki2 lho.. ya, terkadang memang begitu. saya sepakat.
B)

Kamis, 05 September 2013

ombak berpasir

ya, #apasih banget emang judulnya.
dan.. here we go
selamat datang di tulisan saya kali ini yg sepertinya akan alay ala abege era 98

apa yg akan kau lakukan melihatku bermainan pasir dan bekerjaran dengan ombak?
apa yg akan kau lakukan melihatku menatap jauh samudera?
dan apakah yg kau lakukan saat mengetahui, bahwa tatapku selalu menghindarimu?

ya, bukankah dipertengahan kau tahu?
ada prinsip yg kutanam kuat didalam hatiku, untuk seumur hidupku
dan bahkan aku ingin membetonkannya, biar dengan sekeras kepala apapun aku mempertahankannya

hey, bukankah kau tahu aku tak mau nanti,
aku tak butuh tapi
dan kau, sungguh kau jelas2 sudah tahu?
tanya-mu kala itu, jelas membuatku yakin kau paham betul apa yg menjadi prinsipku.
"masih sampai sekarang?"tanyamu
"masih"jawabku singkat kala itu
dan kau biarkan deru roda berputar yang melanjutkan percakapan

tidakkah kau melihatku dalam kebingungan yg sangat,
saat tatapku hanya pada hamparan samudera itu?
"kata ayah, kau suka laut sejak kecil?" tanyamu memecah hening langkah kaki
"ya" tanpa menoleh sedikitpun, kulanjutkan dalam hati
karna laut dapat memisahkan sekaligus menyatukan, danitu adalah hidupku,bagian dari keping perjalananku..
dan kusampaikan padamu, dengan tetap lurus menatap pantai
"lihatlah, bukankah damai sekali melihat hamparan air bergelombang itu?"
tidakkah kau menangkap, aku hanya sedang mencari sedikit kedamaian ditengah kecamuk kala itu
bagaimanalah aku seharusnya..
maka, rintihku kepada para ombak dan pasir..
semoga Allah istiqomahkan aku..semoga Allah jaga aku selalu..
kau hanya menghela jeda.. entah apa yg kau pikirkan..

oke, dan sekarang kau hanya memberiku dua  pilihan
tunggu.
atau kita berkejaran menyelesaikan tugas akhir terlebih dulu.

pilihan macam apa itu?

kau kira, semua ini aku anggap angin saja?
kau kira.. arghh..

dan selamat!
kau berhasil membuatku benar2 pontang panting berlari ditengah kebingungan hati, kepala yg kurasa isinya berdesak2 sesak.. sudahlah.
kukira sebaiknya, aku..ataupun kau sama2 buktikan.
tugas akhir ini, atau kau yg sebenarnya serius.

semuanya bukankah memang belum selesai?
dan masih banyak penjelasan yg belum sampai padamu bukan?
jadi..biarkan saja..
kukira, sebaiknya kita lemparkan ini ke langit..
dan sampai waktu nanti yang aku dan kau tak tahu.. semua kembali dg paket terbaik masing2.

selamat menyelesaikan bab demi bab

Selasa, 03 September 2013

Para Guru

bismillah..
Baiklah, sudah lama saya tidak menulis sesuatu yg saya rencanakan akan saya tulis, terlalu lama hanya mengikuti angin..
Maka, untuk sebuah persembahan, izinkan kali ini saya tak ikutimu, angin.. (ya, ga janji juga sih :p)

siapakah mereka? Para Guru itu..
yg mengantarkan kaki saya sampai pada langkah ini, tentu saja atas seizin Allah..
yg menuntun kedua tangan saya, sampai hari ini..detik ini..untuk terus bertahan..

dan, selalu..
saya harus tahu diri untuk tidak terlalu ge-er telah menjadi 'murid kesayangan'
karna bisa jadi.. ya, bisa jadi..
semua itu adalah karna..karna.. (ga tega nulisnya)

entah mengapa saya memikirkan hal ini yg sebenernya menurut saya tidak terlalu perlu untuk dipikirkan.
saya memikirkan hal ini sepanjang perjalanan pulang tempo hari.
dan kalian tahu? tak pernah sampe tersedan separah itu sepanjang jalan..
entahlah..
apakah karena, bagi saya Para Guru itu adalah ke-lu-ar-ga.. dan tak pernah kurang dari itu..
sejak pertama perjumpaan, bagaimanapun caranya, seketika..saya tlah menjadi bagian dari keluarga-nya..Para Guru itu..

waktu berlalu..
betapa manusia memang mudah berubah..
seperti cuaca
dulu hangat,
akrab dalam sapa,
dekat dalam tatap,
erat dalam rangkul,
menggetarkan dalam semangat..
dulu dekat, dekat sampai saya sering lupa..bahwa sebelumnya kami bukanlah siapa2..bahwa sebelumnya saya masih saja protes pada 'Guru Lama'..
begitulah selalu..
mungkin karna saya tahu betul.. semua itu keniscayaan..maka, saya terima siapapun menjadi 'Guru' saya.. dan seketika menjadi seseorang bernama keluarga bagi saya, selamanya..
sekarang, bukan maksud mungkin
karna memang sekarang tak lagi sesering dahulu
karna memang sekarang tak lagi sedekat dahulu
karna memang sekarang ada hal lain, ya..banyak hal lain
yang jauh lebih prioritas
haha, tega teganya saya menganggapnya 'habis manis sepah dibuang' bahh..kurang ajar sekali saya, hahaa

waktu berlalu..
tentu saja, masih ada yg sapanya hangat, sehangat dulu
tentu saja masih ada, yg tatapnya sejuk mendinginkan, sejuk seperti dulu
tentu saja masih ada, yg candanya benar-benar canda, seperti dulu
tentu saja masih ada, yg membuat saya nyaman bersandar, senyaman dulu :)
tentu saja masih sangat ada, yg tetap membersamai dalam doa

tapi tak apalah,
selamanya, Para Guru adalah ibu bagi saya, sekaligus teman, sekaligus kakak, sekaligus sahabat.. dan tentu saja: keluarga :)
salam hormat dariku wahai Para Guru.. hanya Allah Yang berhak dan bisa membalasnya, dan hanya Allah Yang Maha Tahu.. 
saya, bagaimanapun menyayangi kalian..(boleh kan?)
terimakasih..


kalau emang belum waktunya buat tahu, 
nggak usah banyak nanya n pengin tahu chat..

Jumat, 19 Juli 2013

perca

~ menjadi pihak yg tak tahu apa apa, tak mengerti duduk persoalan, tak paham letak masalah.. dan tetiba dihukumi bersalah, dianggap melalaikan, divonis paling kejam itu rasanya kayak ngiris ngiris bawang diatas mata.. bikin efek luka yg panjang ~

jadi siapa sebenernya yg tersisih dan jauh dari gegap gempita bernama kekeluargaan itu? jadi siapa yg sebenernya banyak menuntut tanpa mengerti.. dan lebih sering menyalahkan daripada meminta maaf..?

ah, tapi malu mau menyeduh sedan karna perkara remeh ituu.. apalagi habis ikut tabligh akbar duka dan jihad syiria, malu bener dah..





jadi sekarang rasanya gimana?|biasa aja :D
istighfar ah..
astaghfirulloh..






“Kenapa kita harus saling menasehati? Jawabannya bukan karena kita sudah bijak pol, sudah keren maksimal menjalani hidup ini jadi pantas memberi nasehat. Tapi karena justeru kita sering mengalami masalah, dan kita tahu persis betapa tidak enaknya ketika orang2 pergi, tidak peduli, tidak ada yang membesarkan semangat dengan satu dua potong kalimat baik penuh hikmah.
Kenapa kita harus menolong orang lain? Bukan karena kita ini sudah jadi superman, sudah jago menolong siapapun. Melainkan, karena justeru kita pernah mengalami kesusahan, kesulitan hidup, dan kita tahu persis betapa tidak enaknya ketika tiada yang bersedia menolong.
Dan terakhir, kenapa kita harus senantiasa memberi? Jawabannya juga bukan karena kita ini sudah kaya raya, punya segalanya, bukan karena itu. Melainkan, karena kita pernah tidak punya apa-apa, dan kita tahu rasanya tidak memiliki apapun.
Inilah sajak kenapa kita. Sungguh beruntung orang2 yang paham.”
- Tere-liye

insyaAllah ramadhan tahun ini menjadi ramadhan penuh tarbiyah
ah, alhamdulillah.. :')

Jumat, 28 Juni 2013

saya hanyalah

saya hanyalah seorang jundi.. yg sering lupa, bahwa qiyadah punya tanggungjawab lebih besar, beban lebih berat, permasalahan lebih pelik..
saya hanyalah jundi.. yg sering lupa, bahwa qiyadah selalu inginkan yang terbaik..bagi amanahnya..bagi jundi-jundinya..
bahwa qiyadah, telah lebih dulu mentarbiyah dirinya..untuk tetap tegak, meski pundak serasa rapuh..
saya hanyalah jundi.. yg sering lupa..tsiqoh itu tak hanya satu pihak..tapi ketenangan antar pihak..
dan..
saya hanyalah jundi.. yang sering lupa..bahwa qiyadah juga adalah seorang manusia..butuh dinasehati..butuh diingatkan..butuh juga didengarkan..



jadi?

yaa,begitulah :)

sebuah jalan

ah, sebenarnya jari jemari sudah enggan bergerak2 lagi, meminta di diamkan sejenak tanpa apapun.. tapi berkumpul dikepala, meski acak..biarlah..
daripada rindu..hii

"rencana Allah pasti yg terbaik..ayoo semangat lagii.. yg penting prosesnya kan?"

"Allah emang kasih kita jalan yang beda beda ya... insyaallah bisa"

kangen sekali dg rumah papan kayu itu...menyaksikannya lewat jendela jendela maya..yg akhirnya...huwah, ada satu pintu bagi kita untuk saling melihat lihat.. hanya sekedar melihat lihat..

daan, ah ya..cita cita itu..yg masih saja sekedar omongkosong.. mana mujahadahnya?ngemeng doang -__- cita cita itu...

sudah waktunya mungkin..
untuk..
perlahan..
bahkan lebih cepat..
ya, sudah waktunya..

"janganlah kalian tinggalkan generasi yg lemah"

bismillah...bismillah...
*saya penasaran sekali dengan tafsir kalimat itu..rasanya sejuk sekali ketika mengucapkannya "bismillah"..ada yang tahu? bagi2 ya ke saya :D

bahkan sampai di jalanan..tumpukan yg kian menggunung itu.. (?)
keluarkan, tuliskan..
selesaikan..
ngga bisa? eh, mungkin pertanyaannya: ngga bisa bisa? yaudah, lakukan aja terus,apa yg memang seharusnya dilakukan.. lupa apa, ridho Allah itu mahal nan panjang jalanNya..
kemana ikhlasnya, kemana tsiqohnya, kemana ukhuwahnya..
iya ya..kemana..hehe..ta'aruf aja ngga kelar2..
ngapain kuatir sama penilaian orang?dibilang begini, dibilang begitu..toh itu 'cuma dibilang' :D

ada masanya sendiri, nikmati prosesnya sekarang..kau yang muda, kau yg pertengahan, kau yg sudah uzur..cari cermin terbaiknya.. hey,kita bisa belajar dari manapun bukan? cari cermin dimanapun.. kau bukan yg paling...kau bukan satu-satunya yang.. kau bukan yang paling..
lihat itu jundi, jundi dengan kerikil nya yg tergenggam, dengan hafalannya yg melekat, dengan keberaniannya menjemput syahid.. ah, kau...banyak menduga, banyak mengira, banyak berspekulasi, banyak sok tau, banyak emosi, banyak terlalu main-main...daaann.. (teruskan sendiri :p)

kuncinya hanya satu: belajar!
ya, yg diwajibkan adalah menuntut ilmunya, bukan pencapaian sebagai yg-ter-nya...
belajar menahan sejenak, sebelum dan sebelum..
belajar mendorong lebih, agar dan agar..
belajar membuka banyak-banyak, supaya begini dan begini
belajar menutup banyak banyak sehingga..dan sehingga

yaa.. :')

Sabtu, 15 Juni 2013

adakah puisi untukku malam ini?

adakah puisi malam ini?
untuk siapa?
untukku
he'eh
kau menyeringai?
heh
kau bersenyum sinis?
tidak:D
lalu?
aku kan beri sebuah puisi untukmu, malam ini
oh yaa?
ya, bukankah kau akan senang?
tentu saja ^^

jika yang kau sebut teman adalah yg sering membersamaimu
maka, tergagap adalah temanmu sekian tahun silam
kau sembunyikan menjadi rahasia pribadi
melihatmu yg tadi riang bercerita adalah..umm
menyaksikan bahwa..bahwa..kau sungguh telah mempercayaiku sebagai saudara
apa?kau lancar sekali bercerita
bagai kejadian itu tak meninggalkan luka
kau lancar sekali membukanya
bagai kejadian itu remeh dan bukan urusanmu
hey?seperti apakah aku harus memberikan ekspresi
akhirnya, tawa..cah!! pecah saja tawaku :D

ringan ringan ringan
lega sekali menemukan dirimu menjadi dirimu
:D
ah, ini bukan udara pagi bukan?
tapi kenapa segar sekali? ^^
tentu karna rongga itu kau penuhi udara2 kesejukaan
yyaaa, daann
:D

*sebuah dialogantagonis



ah,sampai lupa.. ini puisinya::

kukira daun putri malu itu ungu,
ternyata jingga
kukira,awan berarak itu putih
ternyata nila
kukira langit itu biru
ternyata hijau
kukira,kakiku pincang, mataku buta, tanganku buntung
ternyata,ya memang begitu sih
tapi aku punya kaki kuda,mata elang dan tangan kancil (?)

**gagal, itu tidak seperti puisi ayomi -,-

 

Sabtu, 08 Juni 2013

ayomi-emon

aku ingin begini
aku ingin begitu
ingin ini
ingin itu
banyak sekali





tapi..paling ingin dipeluk sekarang

Jumat, 07 Juni 2013

siapa namamu?

ada masa ketika kita bagai .......
lekat bersama, mencarimu berarti mencariku, mencariku berarti mencarimu
bahkan kemudian ada masa ketika kita satu simpul ber banyakan, mencari F berarti mencari G, H, A, C, E, K pun selainnya..
ada masa ketika berdentang pulpen, kertas, tuts keyboard, whiteboard, marker..dalam sunyi.. berpelengkap gunting, lem, tali.. ahh..
ada masa ketika api menyertaiku justru dideras hujan, lalu kau memadamkan dengan memberikan sepotong kain..
ada masa ketika tak ada kata pun kalimat, kita sama2 mengerti..bagaimana seharusnya

hey, siapa namamu? siapaa? hah. siapaaa?
r.i.n.d.u




*sahabat sejati

Jumat, 31 Mei 2013

rangkuman (?)

kadang kita memang butuh waktu untuk ber-sunyi-sendiri, merenungi banyak hal, mengakui dengan jujur pada diri masih kurang begini dan begini, mengakrabi sekitar, mengakrabi rumah-rumah tempat tinggal, mengakrabi siang dan malam, senja dan fajar, mengakrabi batu, tanah, air, daun daun..
semua ada prosesnya, dan apa yg bisa dilakukan pd proses itu? berusaha menjadikannya sebaik-baik proses dg menjadi pembelajar sejati..karna kita berproses bersama jutaan manusia yg juga sedang berproses :D


haruskah kita menghitung sudah sebanyak apa kita berkorban? ah,,rasanya terlalu.. mungkin inilah kenapa perlu selalu ada jeda untuk memuhasabahi diri, jangan jangan selama ini kita tlah banyak menyakiti, merepotkan, menjadi beban, sampai saat kita menggantikan semua posisi itu baru terasa betapa dan betapa.. Ah, sudahlah..hidup tak seberapa lama :) hadapi, taubat dan terus bergerak!


Ada satu titik ketika kita harus benar-benar mengakui pada diri sendiri bahwa masih banyaakk sekali kurang, masih jauuh sekali tertinggal.. dan ketika sampai pada titik itu laksana air garam tersiram pada luka..namun perlukah untuk diteruskan dengan kesedihan? pantaskah untuk dilanjutkan dengan ratapan? sementara setiap detik berlalu tanpa kompromi. Apakah kau lupa duhai hati? Allah melihat keberjalan-an mu, bukan melihat ujung pencapaianmu. Lupakah engkau hati?Allah melihat jatuh bangun mu selama berjalan, berlari, merangkak dalam perjalanan..bukan melihatmu berhenti di terminal yang mana.. Lupakah engkau?jadi, masihkah engkau mau merugi dengan bersedih.. Laa tahzan, Allah lebih dekat dari pada segala pekat kesedihanmu..


Kau pernah malu pada seekor semut? aku pernah! ya,aku malu pada seekor semut. Sejatinya rindu, tapi menjadi warna yg berbeda itu mencipta jarak.. ah,rindunya pada asrinya rumah hijau, hangatnya rumah cokelat, sejuknya rumah biru. diantara rumah2 itu,mungkin sejatinya aku bukanlah penghuni salah satunya.
Apakah kau jadi punya alasan untuk berhenti? tidak!
bagaimanapun ketika bisikan-bisikan tak penting itu datang, teladan menyejarah dimasa kenabian cukup menjadi pengingat, atau melihat para qiyadah dijajaran atas sana yg jauh berlipat segalanya.. maka sungguh, aku maluuu sekalii pada semut.
Biarpun. Demi Allah! Biarpun.
Rumah rumah itu mau menampungmu,memberikan tempat berteduh buatmu, menawarkanmua warna warna, menawarkanmu banyaak hal.. tapi kau lagi lagi cape deh sekali :p
biarpun. tetap pada substansi dan fokus pada tujuan!


bahkan,jika tinggal tersisa satu detik..lakukanlah..
21 Rajab 1434||31 Mei 2013

Selasa, 21 Mei 2013

semangat pagi ini :')

alhamdulillah, sepagi ini dapet semangat

"udah penelitian trin?"
"udah, tp baru trial trial aja. harusnya pekan ini dah masuk analisis"
"proyek apa mandiri?"
"proyek"
"pasti kamu bisa :D"
secuil obrolan pagi sama si kakak, kali ini kakak kelas d kampus yg saya ngaku-ngakuin kakak :p hehee.. tetep aja, dari saya masih culun (sekarang) sampe sekarang beliau ngga kurus lagi (?), seorang yg baik dg tulus ngga akan kemana, ngga akan berubah, biarpun rese nya minta ampun -,-
soal buku, ntar ntar aja deh, lagian td cuma bilang "maaf belum balikin" T.T, kan udah kangen ama tu buku.. hehe, tapi makasih, udah lulus tetep aja ngasih support buat adek2nya.. 

kemaren juga di bbm-in ama kakak yg dulu bareng di bem, "chatrin apa kabar sayang?" haa, berasa bayi banget disapa gitu..hehe. tapi aseli seneng,:D.."kangen ih ama chatrin" begitu katanya.. hahaa *guling2 dulu ah (?)
emang sih beliau keibuan pake banget (y)



mari minum teh manis panas :)