Selasa, 22 Mei 2012

jawab saja dengan jujur

pertanyaan itu tak terus hanya menghantui-ku.. mungkin belakangan ini kita sering terngiang pertanyaan itu.. apakah ada yang salah? hem.. iya benar sekali. jauh dari baik. jauh dari baik. jauh dari baik. aku atau bisa juga kita, jauh dari baik. keimanan yang jauh dari baik. sehingga tak ada lagi waktu untuk bicara, dari hati ke hati. sehingga tak ada lagi sempat, untuk sekedar menegur, atau protes, "tolong bantu ane donk.." atau "uuhh..gimana ini yaa, ane bingung.." sambil menyender manja. sehingga tak ada lagi waktu juga untuk bertanya, "gimana ukh..apa yg bisa dibantu?"
hahaa..
tertawa saja
atau aku kembalikan dengan pertanyaan (atau pernyataan) yang dari dulu sedikit tidak aku suka, "ngomong yaa..kalo ga ngomong,,mana ane tahu.."
aku benci banget kalimat itu.. walaupun aku sendiri sering mengatakannya..

ya karna bagiku, kedekatan hati bisa menembut batas2 frekuensi yang hanya sekedar ultrasonik, de el, el..
dan karna kedekatan hati itu berpondasi iman..jelaslah.. iman longgar, hati tak dekat lagi..
bahkan ego diri akan berorasi.."bukankah engkau sendiri yang memilih untuk menerima beban berlebih itu? bukankah engkau sendiri yang mengambilnya dengan sadar?"
jahat banget mah kalo gitu.. apa salahnya.. toh Allah yang Maha Tahu.. biar DIA saja yang menjadikan semua yang kita lakukan bernilai ibadah..diridhoi-Nya.. sudah..itu saja..

ya sudah lah..
jalani
sudah terlanjur terlewat kan,
sekarang..apa yang bisa kubantu?

apa nanti akan ada jawab, "telaatt... kemane aja ente hah?"
tertawa lagi, lebih.

Sabtu, 19 Mei 2012

jatuh cinta (lagi)

hihi..dua hari ini saya senang sekali membacanya
berpuisi dengannya
seorang bunda berselendang bintang
juga putranya yang mencintainya seperti mencintai surga..
romantis abis keduanya..
dan kepedulian pada sesama-lah yang semakin menjadikan diri berintrospeksi..

heumm.. belakangan saya lebih nyaman bersenandung di rumah baru yang tak baru itu.. maaf yaa, alamatnya tidak aku publikasikan dulu.. ^^
pengunjung setia fragmentperjuangan bisa review tulisan-tulisan lamaku kok.. ^^

ah, dan satu cinta lagi.. dari jejak-jejak biru.. mbak scentia



"wherever Allah plants you, be fruitful!" - Arabic quote. yea, be fruitful, always! :)

jazakillah khoir mbaakk ^_^

lorong-lorong yang pekat

padanya ada derap yang pekat
mata-mata mengintai
dan bersiap menarik segala

lorong-lorong yang pekat
padanya ada derap kesakitan
ketidakberdayaan
penyesalan

lorong-lorong yang belakangan ini kuakrabi
satu, dua..ah ya, empat setidaknya
semoga segera diberikan kesembuhan..

bahwa tiada kuasa, kuat..dan kesombongan lagi disini



untuk adikku, aisyah humairo..
ayo lawan sakitmu dek..
kamu bisa, mba aja percaya..
semangat sholihah.. nanti kita bangun lagi rumah cahaya di Surga
semoga tarbiyah Allah kali ini sampai padamu
yang menyayangimu--aku :)

Senin, 14 Mei 2012

husnudzon

husnudzon lah..
pada segala hal yang belum berpihak..
berbeda..
akan berbeda..
sekarang..
bangun dan hadapi
bangun dan hadapi
bangun dan hadapi

sudah sudah.. hapus hapus..
Allah mengetahu-Mu lebih dari siapapun
bahkan lebih tahu dari dirimu sendiri

sudah..sudah.. dihapus..
bangun dan hadapi
bangun dan hadapi

semangat!


abi, ummi..sy sungguh sayang
dan akan berusaha lagi
maafkan untuk sekarang

Kamis, 10 Mei 2012

hem, iyah, saya rindu

hari itu langkah kita tertatih
merasa terlalu dini menerima amanah
merasa dipaksa harus menanggungnya
merasa harus memikul bebannya lebih cepat
merasa pada kondisi dipaksa berlari
lalu kita bereratan
menopang
membantu satu sama lain
tak luput satupun kita tanyakan, "apa yang disa dibantu sayang"

atau kemudian diam-diam mengajaknya makan bersama
saling menghibur
menertawakan hidup
lalu menguatkan lagi satu dan lainnya

atau kemudian berpura-pura malas pulang ke kosan
menumpang tidur, mabit
lalu ikut membantu

hari itu lelah diujung sini akan terasa hingga ujung sana
sakit dibalik sini terasa dibalik sana
lalu air mata kita menyatu
kemudian merekah senyum
satu per satu episode itu kita lewati
satu per satu

hingga waktu mengantar kita pada hari ini
ketika beban-beban yang ditambahkan menyita seluruhnya

aku, kamu, kita semua tahu
tak ada yang berubah, tentang sayang,cinta, rindu
aku, kamu, kita semua tahu
tak ada yang berubah tentang menopang, menguatkan

hahaa. dan aku lucu
tertawalah dan tertawakan.
hem, saya rindu saat-saat itu

Kamis, 03 Mei 2012

bila kami sudah merasa banyak berkorban

Puji Syukur dan segala puja puji lainnya hanya pantas diagungkan kepada Dzat yang tak pernah berhenti memberi, mencipta, mengajarkan, mematikan.. Dzat yang dapat memberikan apapun, juga dapat mengambil apapun.. Dzat Pemilik Segala Hal, Alam semesta, Surga dan Neraka, Harta, Ilmu, Kekuasaan, Nyawa.. Allah Subhanahu Wata'ala.. Shawat Salam kepada Beliau, yang cintanya terbuktikan sampai akhir nafasnya, sampai detik terakhir pesannya.. ummati..ummati.. Beliau yang selalu menangis memohonkan ampun bagi pengikutnya, memohonkan keringanan bagi pengikutnya, dan merindukan saudara-saudaranya.. ialah Rasulullah Muhammad Shallallohu 'Alaihi Wasallam..
sebelumnya, sejenak mari kita mendoakan para pendahulu, peletak dasar gerakan, pelopor dan pembaharu.. yang bergerak pada zamannya, menentang arus dan maju sebagai peubah.. Marilah sejenak kita mendoakan para qiyadi..ditataran atas, majelis syuro.. yang dengan segala daya upaya selalu berusaha memberi.. dengan segala daya upaya bertahan diri.. dengan segala daya upaya menghadapi fitnah.. juga sejenak mari kita mendoakan guru-guru, ustadz-ustadzah kita.. yang bersabar di daerah perbatasan, dengan sabar yang sebenar benar sabar.. dengan sabar yang terus naik level, sampai hari ini.. ketika bumi begitu penuh dengan fitnahnya..

Saya dulu sering mendengar.. dari kakak2 tingkat, bahwa bangunan dakwah itu seperti batu bata yang tersusun, tidak semuanya berada di atas, tidak semuanya harus rela cantik dan tampil utuh.. tapi mesti ada yang mau dipotong, sedikit di gerus, sedikit dihancurkan, agar susunan batu bata itu kokoh dan cantik..
Pun ketika zaman terus melaju, tantangan dakwah mutlak harus ditlakukan dengan keimanan yang makin kokoh dan strategi yang makin jitu.. Setiap zaman, ada spiritnya, tantangannya dan penyelesaiannya.. Setiap daerah ada karakternya.. makin kecil scope-(bener ga nih nulisnya)-nya, makin mudah menyelesaikan permasalahan2 di dalamnya.. Maka kemudian dikenal perbaikan yang bersifat bottom-up. atau kalo versi Aa Gym-nya: mulai dari hal yang kecil-kecil, betul tidak?

Nah.. entah ini aroma pesimistis yang berhembus atau memang begitu adanya.. Kader-kader dakwah disoroti makin berkurang militansi-nya, daya juang dan kerelaan buat berkorban.. dikit-dikit.. dikit-dikit.. hah.. yah, begitulah..
Atau, ada sesuatu yang salah? entah pada tangga keberapa mungkin ada yang terlewat.. mari kita teliti bersama.. atau jangan-jangan, hemm..
Kita-lah yang hidup di zaman ini sebagai batu bata itu.. pendahulu telah meletakkannya.. apa kita akan menghancurkan, membangun lagi, atau memugarnya..

Pernahkah, suatu kali kita memandangi wajah guru-guru kita.. rautnya yang lelah namun tak pernah ditampakkan, senyumnya yang ramah, sapaannya yang mendinginkan, semangatnya yang tak pernah mengikuti usianya.. semangatnya tak kunjung renta.. padahal berganti zaman tlah dilewatinya..
Pernahkah, suatu kali kita menyaksikan ustadz-ustadzah kita difitnah tanpa ampun, dan tetap saja tersenyum menghadapi semua itu.. saya yakin, hal itu sangat amat berat dirasakan. saya yakin hal itu sangat tidak mudah dilakukan, untuk menyungging senyum ditengah letih dan terpaan fitnah yang keji..
Tapi semua terlihat ringan dimata kita, beliau berhasil mengemasnya dengan apik.. hingga akhirnya yang haq muncul sebagai haq dan bathil muncul sebagai bathil.
Pernahkah menengok pada diri kita.. yang merasa sudah lelah, teramat lelah. yang merasa sudah berkorban banyak, segalanya. yang merasa ujian dan cobaan begitu beratnya.. yang merasa sudah paling ujung berusaha.. dan seterusnya, dan seterusnya..
Kalau kita ikan teri dan sekarang sedang bermain di air dalam gelas, seberapakah masalah kita sebenarnya? jika kita ikan nila yang bermain di air dalam ember, seberapakah masalah kita sebenarnya, dan jika kita adalah ikan hiu yang bermain di air dalam lautan, seberapakah masalah kita sebenarnya?
Kita adalah ikan yang sesuai jenisnya, besarnya sedang bermain di air dalam wadah yang semestinya memang menjadi tempat kita.. Beliau yang ditataran atas, bisa jadi kadang mesti rela menjadi ikan hiu yang ditempatkan diember, sempit, kehausan.. atau ikan teri yang berenang dilautan, ancaman dan marabahaya yang menghadang begitu besar..

Biar Allah yang membayar semuanya ya ustadz-ustadzah kami.. Biar Allah sebagai pemberi balasan terbaik..
Maka, kami belajar lagi dari senyummu kemarin pagi.. Bila kami sudah merasa banyak berkorban, harus kami namai apa segala jerih dan pengorbananmu ustadz..

Selasa, 01 Mei 2012

abi



"Let the rain come down
And wash away your tears
Let it fill your soul
And drown your fears
Let it shatter the walls. .
For a new sun
.."


semakin rindu engkau, abi..