Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Juli 2014

mencarimu



Ya! aku kemari memang mencarimu
aku tahu tempat paling berpeluang besar untuk menemukanmu. satu toko buku dan kedua adalah masjid.
kau adalah seseorang dengan ritme yang meski tak teratur tapi cukup konsisten dengan seleramu yang tinggi.
tentu saja mudah menemukanmu di dua tempat itu.
tapi sayangnya, aku tak menemukanmu kali ini. tanpa jejak.

aku mendatangi toko buku, menelusuri rak demi rak nya, memperhatikan judul dengan seksama dan sesekali berharap saat menoleh kau sudah ada disana, tepat disudut pandang tolehku

aku mendatangi masjid, berlama-lama di dalamnya, bertelekan di pelatarannya, memperhatikan lalu lalang orang, dan parkir kendaraan. aku berharap ada wajahmu tampak dalam hiruk.
   


ya! aku kemari memang mencarimu
dan aku tak menemukanmu.
~ 10 Juli 2014 | 12 Ramadhan 1435 H
 

Jumat, 18 April 2014

yang salah #2

sudahlah..

bulan lalu bukannya sudah down, kalau sekarang berpikir hal yg sama nanti kamu down lagi..

aku menceracau mendengarkan nasehatnya, seperti biasa, eh -__-

tidak ada pilihan lain selain dihadapi bukan?

erh..eh..iya

sabar saja..
dan ayok dikerjakan lagi.
:)

dia menyemangatiku lagi, sempurna menggenggam hatiku
mungkin kelakuan2nya yang seperti inilah yang membuat api cinta itu terus menyala, dalam keadaan seperti apa jua

selama rentang perjalanan..akan banyak hal yg mjd sebab sebuah api padam,
entah itu dingin, deras hujan, badai, bahkan tepukan tangan sendiri yang teledor

dia menyemangatiku lagi, sempurna menggenggam hatiku
sempurna menunjukkan identitasnya sebagai seorang yang tangguh dan muslimah yang kuat

pernahkah aku melakukan hal serupa pada orang lain? atau manusia2 yang kukasihi?
kurasa tidak. dan aku tertohok. kualitas iman dan strata amalku sungguh masih jauh dari harapan.
ampuni hamba ya Allah..

terimakasih ya sayangku :*



ket, judulnya apa,kamu cerita apa -.-
ah ya..itu judul nya..
yg salah memang sepenuhnya saya, diri sendiri
harus ngaku, emang salah. dan nyesel..dan nyesel banget. ya Allah .. T_T

Rabu, 22 Januari 2014

kepadamu angin



adakah definisi lain bagiku selain ini?
kabut disana angin, terasa dekat didepan mataku..
berkali-kali desaumu membuatku dingin..
inikah perjalanan menuju surga? sembari kupacu motor sembari kuhapus yg menggenang dan mengalir
inikah perjalanan itu?
dengan inikah Engkau ridho ya Allah? dengan inikah?
apa hamba kuat..
pundak ini Rabb.. pundak ini tlah guncang, mungkin tak lama akan lepas segala sendi
inikah jalan itu Rabb? ridho-kah Engkau?
jika memang ini yang harus kubayar..
kumohon, kuatkan aku..
berikan aku kekuatan..
aku hampir mati..
kumohon Rabb..selamatkan.. dan jaga selalu aku..
berikan kekuatan..
hanya kepada-Mu..
dada ini Rabb.. sakit membengkak.. perih tak tertahan
dengan apa aku menghadapi semua ini?
adakah jalan lain bagiku? adakah?
tapi jika ini yang Kau ridhoi.. jika ini yang Kau ridhoi..
kuatkan hamba T.T..
(pecah angin, 22 januari 2014)



masih ada jalan lain
kau masih bisa merangkai definisi, walaupun itu tak penting2 amat
kau spesial
kukatakan padamu: jangan pernah menyerah
belum tentu jalan lain itu jalan-mu menuju surga
bersabarlah

ah, lagi kak..
terimakasih @,@ untuk tepuk dan peluk itu
malam ini
tepuk dan peluk yg amat kurindu..amat kurindu..
dan maafkan aku, aku mau bikin mie pedes malem ini
hahaa

Minggu, 05 Januari 2014

sembilu

entah apa sebab
ini sesakit tertusuk sembilu
ngilu


adikku..

saudaraku..

bapak..ibu..

ayah..ummi..

kamu..



menjelang pencoblosan PEMIRA UNSOED 2014
nashrumminallah.. wa fathun qariib.

menjelang kelulusan 2014
innallaha ma'anaa.

menjelang Pemilu 2014
fashbir shabrann jamiilaa...

menjelang dan terus menuju jalan pulang
Allah....jadikanku hamba yang setia kepada-Mu

Selasa, 31 Desember 2013

biasakan

biasakan segala yang istimewa sebelum waktunya
biasakan
bisa kan?
hahaaa





lagi bingung tingkat internasional
begini banget yak ngadepin cin(TA)
fiuh fiuh
ngadepin hidup begini begitu ga galau, giliran ketemu cin(TA) dan harus nyelesein cin(TA), beuh...galau n bingungnyaa...

mohon doanya ya semua
bener2 didoain
mohon doanya
huehue -_-

Sabtu, 26 Oktober 2013

m.a.a.f

gapapa kali ya kalo jujur ama diri sendiri..kalo jujur mulai merasa letih, pundak makin ringkih, stamina makin melemah.. Rabb..semangatilah hamba agar bisa menyelesaikan semua ini secepatnya, hanya untuk bakti pada kedua orangtua, orang yg telah mengenalkan hampa pada-Mu Rabb.. Bukankah Engkau juga yg menyuruh untuk membahagiakan keduanya dunia akhirat? T.T
tapi gapapa kan kalo jujur, sebenarnya..semua ini terasa menyesakkan..membuat kepala sakit tak karuan. Tapi gpp juga kalo semua ini ditelan sendiri aja, ntar pasti ada masanya kok. sekarang kan emang lagi diikhtiarkan bener2, biar secepatnya bisa lulus, bisa wisuda, yg semoga dengan-nya terbuka satu jalan buat dakwah ke keluarga, ke orang tua, ke tetangga2..
gpp juga kan kalo jujur, sebenernya saya butuh teman..buat nyemangatin dan bersandar.. Ah, cukup Engkau ya Allah, cukuplah Engkau... (22 oktober2013, lab)


itu salah satu alasannya dik, maaf ya.. hampir tak pernah membersamaimu.. memastikan kalian baik2 saja, memastikan kalian benar2 berproses dirumah ini, membuat kalian nyaman dan saling bersaudara satu sama lain.. aku menyadari betapa keroposnya tangan dan lengan2ku.. maafkan mbak ya dik.. semoga dg ini kalian lebih cepat berproses, dan menemukan dg jalan yg lebih berkesan daripada ditunjuki dari seorang sepertiku.. aku juga merasakan, betapa jauhnya kita, hubungan kita, betapa tak akrabnya kita..yaa, selain mbak tidak berbakat untuk mudah dekat dg orang2, ternyata penyakitku yg tidak supel itu masih banyak..dan plus2 seperti alasan diatas..maafkan mbak ya dik, jika setiap sedikit waktu aku dirumah, justru pintu kamar kututup rapat, agar kalian tak melihat betapa berantakannya aku akhir2 ini..berantakan lahir batin, hahaa
aku selalu membersamai kalian dalam doa, meski doa sambil naik turun tangga di lab, sambil pasang2 alat analisis, sambil kehujanan dijalan, merasakan dinginnya, merasakan pedih pukulan2 airnya.. aku sll membersamai kalian dg doa dalam kondisi apapun yg kulewati, smg Allah hadirkan cinta dirumah kita, juga diantara kita..itu terus pintaku..
maaf ya dik, adik2.. aku mencintai kalian, meski aku tidak belum membuktikannya secara nyata bagi kalian... ~~~teruntuk adik2 IM :D
hey,bahkan aku tak tahu jika sore tadi yg datang kerumah kita adalah "senja" dan "tyas', sahabat kalian.. -,-


satu pertanyaan yang mengusik saya, juga menyentil saya berulang:"gimana ya cara nge-bahagia-in mereka (orangtua)? (22oktober2013, lab)

Selasa, 03 September 2013

Para Guru

bismillah..
Baiklah, sudah lama saya tidak menulis sesuatu yg saya rencanakan akan saya tulis, terlalu lama hanya mengikuti angin..
Maka, untuk sebuah persembahan, izinkan kali ini saya tak ikutimu, angin.. (ya, ga janji juga sih :p)

siapakah mereka? Para Guru itu..
yg mengantarkan kaki saya sampai pada langkah ini, tentu saja atas seizin Allah..
yg menuntun kedua tangan saya, sampai hari ini..detik ini..untuk terus bertahan..

dan, selalu..
saya harus tahu diri untuk tidak terlalu ge-er telah menjadi 'murid kesayangan'
karna bisa jadi.. ya, bisa jadi..
semua itu adalah karna..karna.. (ga tega nulisnya)

entah mengapa saya memikirkan hal ini yg sebenernya menurut saya tidak terlalu perlu untuk dipikirkan.
saya memikirkan hal ini sepanjang perjalanan pulang tempo hari.
dan kalian tahu? tak pernah sampe tersedan separah itu sepanjang jalan..
entahlah..
apakah karena, bagi saya Para Guru itu adalah ke-lu-ar-ga.. dan tak pernah kurang dari itu..
sejak pertama perjumpaan, bagaimanapun caranya, seketika..saya tlah menjadi bagian dari keluarga-nya..Para Guru itu..

waktu berlalu..
betapa manusia memang mudah berubah..
seperti cuaca
dulu hangat,
akrab dalam sapa,
dekat dalam tatap,
erat dalam rangkul,
menggetarkan dalam semangat..
dulu dekat, dekat sampai saya sering lupa..bahwa sebelumnya kami bukanlah siapa2..bahwa sebelumnya saya masih saja protes pada 'Guru Lama'..
begitulah selalu..
mungkin karna saya tahu betul.. semua itu keniscayaan..maka, saya terima siapapun menjadi 'Guru' saya.. dan seketika menjadi seseorang bernama keluarga bagi saya, selamanya..
sekarang, bukan maksud mungkin
karna memang sekarang tak lagi sesering dahulu
karna memang sekarang tak lagi sedekat dahulu
karna memang sekarang ada hal lain, ya..banyak hal lain
yang jauh lebih prioritas
haha, tega teganya saya menganggapnya 'habis manis sepah dibuang' bahh..kurang ajar sekali saya, hahaa

waktu berlalu..
tentu saja, masih ada yg sapanya hangat, sehangat dulu
tentu saja masih ada, yg tatapnya sejuk mendinginkan, sejuk seperti dulu
tentu saja masih ada, yg candanya benar-benar canda, seperti dulu
tentu saja masih ada, yg membuat saya nyaman bersandar, senyaman dulu :)
tentu saja masih sangat ada, yg tetap membersamai dalam doa

tapi tak apalah,
selamanya, Para Guru adalah ibu bagi saya, sekaligus teman, sekaligus kakak, sekaligus sahabat.. dan tentu saja: keluarga :)
salam hormat dariku wahai Para Guru.. hanya Allah Yang berhak dan bisa membalasnya, dan hanya Allah Yang Maha Tahu.. 
saya, bagaimanapun menyayangi kalian..(boleh kan?)
terimakasih..


kalau emang belum waktunya buat tahu, 
nggak usah banyak nanya n pengin tahu chat..

Rabu, 14 Agustus 2013

untuk sebuah keteguhan hati

inilah hidup.
pernahkah hidup menawarkan pilihan tanpa resiko? tanpa dinamika?

ya, inilah hidup.

untuk sebuah keteguhan hati,
sampaikan saja pada angin ~fufufufuuuhh~

hari hari yg berat..
alhamdulillah Allah mengizinkan tangis pada setiap sujud menjadi sebuah kenikmatan.
semoga alur skenario ini dapat kuperankan dengan sebaik-baiknya, mendatangkan berkah, mendatangkan rahmat, dan menjadi jalan bagi keridhoan-Mu ya Allah..

pintaku..
istiqomahkanlah aku sampai Engkau ridho terhadapku,
sampai Engkau izinkan aku melihat wajah-Mu..
istiqomahkanlah aku..



**doa-doa panjang, yang Engkau jawab dg pertanyaan lain
jika baik..mudahkanlah..
jika tidak..hilangkan, jauhkan sejauh-jauhkan..
tunjukilah selalu aku Rabb.. beri cahaya pada setiap jalanku..
dan ampunilah aku..
ampunilah aku...

(kembang api, laut, jogja, perjalanan)

Jumat, 28 Juni 2013

sebuah jalan

ah, sebenarnya jari jemari sudah enggan bergerak2 lagi, meminta di diamkan sejenak tanpa apapun.. tapi berkumpul dikepala, meski acak..biarlah..
daripada rindu..hii

"rencana Allah pasti yg terbaik..ayoo semangat lagii.. yg penting prosesnya kan?"

"Allah emang kasih kita jalan yang beda beda ya... insyaallah bisa"

kangen sekali dg rumah papan kayu itu...menyaksikannya lewat jendela jendela maya..yg akhirnya...huwah, ada satu pintu bagi kita untuk saling melihat lihat.. hanya sekedar melihat lihat..

daan, ah ya..cita cita itu..yg masih saja sekedar omongkosong.. mana mujahadahnya?ngemeng doang -__- cita cita itu...

sudah waktunya mungkin..
untuk..
perlahan..
bahkan lebih cepat..
ya, sudah waktunya..

"janganlah kalian tinggalkan generasi yg lemah"

bismillah...bismillah...
*saya penasaran sekali dengan tafsir kalimat itu..rasanya sejuk sekali ketika mengucapkannya "bismillah"..ada yang tahu? bagi2 ya ke saya :D

bahkan sampai di jalanan..tumpukan yg kian menggunung itu.. (?)
keluarkan, tuliskan..
selesaikan..
ngga bisa? eh, mungkin pertanyaannya: ngga bisa bisa? yaudah, lakukan aja terus,apa yg memang seharusnya dilakukan.. lupa apa, ridho Allah itu mahal nan panjang jalanNya..
kemana ikhlasnya, kemana tsiqohnya, kemana ukhuwahnya..
iya ya..kemana..hehe..ta'aruf aja ngga kelar2..
ngapain kuatir sama penilaian orang?dibilang begini, dibilang begitu..toh itu 'cuma dibilang' :D

ada masanya sendiri, nikmati prosesnya sekarang..kau yang muda, kau yg pertengahan, kau yg sudah uzur..cari cermin terbaiknya.. hey,kita bisa belajar dari manapun bukan? cari cermin dimanapun.. kau bukan yg paling...kau bukan satu-satunya yang.. kau bukan yang paling..
lihat itu jundi, jundi dengan kerikil nya yg tergenggam, dengan hafalannya yg melekat, dengan keberaniannya menjemput syahid.. ah, kau...banyak menduga, banyak mengira, banyak berspekulasi, banyak sok tau, banyak emosi, banyak terlalu main-main...daaann.. (teruskan sendiri :p)

kuncinya hanya satu: belajar!
ya, yg diwajibkan adalah menuntut ilmunya, bukan pencapaian sebagai yg-ter-nya...
belajar menahan sejenak, sebelum dan sebelum..
belajar mendorong lebih, agar dan agar..
belajar membuka banyak-banyak, supaya begini dan begini
belajar menutup banyak banyak sehingga..dan sehingga

yaa.. :')

Senin, 17 Juni 2013

FOKUS lah

ayo dong fokus...
-_____-
tahun ini..tahun ini...
mau menunda berapa lama lagi untuk "pulang"??
ayoo laah ket..
FOKUS!

Allah ga akan membiarkan hambanya tanpa solusi.
Ayooo..
Ya Allah..
faghfirlii.. faghfirlii...






masih kurang apa frekuensi bolak baliknya?
hemm..
ayolah ket, tau diri! jangan lebih lama lagi membebani

Senin, 29 April 2013

Al Khansa' :')

Rasanya memang saat ini saya harus banyak2 buka kuping untuk mendengar nasehat dan buka buku/kitab untuk mengafirmasi segala tindakan saya (benar atau salah, baik atau tidak). Ya,semoga membantu.
Ini salah satu tulisan yang semoga bisa menyembuhkan luka dan mengembalikan keyakinan itu..Sungguh Allah akan memeluk mimpi2 itu dan akan memberikannya pada kita DISAAT yang TEPAT :D
selamat membaca dan memetik banyak banyak hikmah ^^


Ia adalah Al-Khansa’, namun nama sebenarnya adalah Tumadhar binti ‘Amr bin Syuraid bin ‘Ushayyah As-Sulamiyah. Al Khansa’ merupakan seorang sahabat wanita yang mulia dan sangat terkenal sebagai penyair. Al-Khansa’ wanita yang bijaksana dan cerdas. Semua orang mengetahui kedudukan dan keahliannya yang luar biasa dalam berpuisi. Bahkan, semua sastrawan sepakat bahwa tidak ada wanita yang memiliki kekuatan puisi yang lebih hebat dari Al-Khansa’, baik di masa lalu maupun masa berikutnya. Selain mahir berpuisi, sebenarnya Al-Khansa’ juga memiliki kepribadian yang sangat kuat, akhlak mulia, pandangan yang tajam, sabar dan berani.
Masuk Islam
Takdir Allah Swt akhirnya menghendaki iman berarak di atas Al-Khansa’ yang kemudian menumpahkan air hujan keimanan ke dalam dadanya, hingga iman menyentuh lubuk hatinya yang paling dalam dan memberi denyut kehidupan hakiki kepadanya. Al-Khansa’ bangkit dengan menepis debu-debu jahiliyah dan mengusung panji tauhid untuk memberi pelajaran kepada seluruh jagat raya yang tidak akan dilupakan dalam catatan sejarah sepanjang masa.
Al-Khansa’ ikut dalam rombongan kabilahnya, Bani Sulaiman, untuk menemui Nabi Saw. dan menyatakan keislamannya. Al-Khansa’ sangat sedih dan menangisi perjalanan hidup yang telah dilaluinya yang jauh dari cahaya iman dan merasa telah tertinggal begitu jauh dari sekian banyak kebaikan. Untuk itu, ia bertekad untuk mengejar ketertinggalannya dan rela mengorbankan apa saja yang dimiliknya demi membela agama yang agung ini.
Keadaannya berubah total setelah ia masuk Islam, ujian yang dialaminya menjadi kesabaran yang didasari iman dan dihiasi oleh takwa, hingga ia tidak lagi merasa sedih ketika kehilangan apa pun dari kenikmatan duniawi ini. Ketika Mutsanna bin Haritsah asy-Syaibani berangkat ke Qadisiyah di masa Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu, Al-Khansa’ turut berangkat bersama keempat puteranya untuk menyertai pasukan tersebut.
Empat putera kandung Al-Khansa’ yang merupakan buah hati dan denyut jantungnya, bergabung dengan pasukan muslim yang ditugaskan menyerang Qadisiyah. Sehari sebelum perang, Al-Khansa’ ra. Menyampaikan beberapa wasiat kepada putera-puteranya,
“Hai Putra-putraku, kalian semua memeluk Islam dengan suka rela dan berhijrah dengan senang hati. Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya kalian adalah keturunan dari satu ayah dan satu ibu. Aku tidak pernah merendahkan kehormatan dan merubah garis keturunan kalian. Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan akhirat jauh lebih baik daripada kehidupan dunia yang fana.
Putra-putraku, sabarlah, tabahlah, bertahanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Semoga kalian menjadi orang-orang yang beruntung. Jika kalian melihat gendering perang telah ditabuh dan apinya telah berkobar, maka terjunlah ke medan laga dan serbulah pusat kekuatan musuh, pasti kalian akan meraih kemenangan dan kemuliaan, di dalam kehidupan abadi dan kekal selama-lamanya”.
Keesokkan harinya, mereka terjun ke medan laga dengan gagah berani. Jika ada seorang di antara mereka yang semangatnya mulai surut, maka saudara-saudaranya langsung mengingatkannya dengan nasihat Ibunda mereka yang telah tua renta, dengan begitu semangatnya berkobar kembali dan menyerbu musuh seperti singa yang mengamuk. Serangan-serangannya seperti siap melumat musuh-musuh-Nya. Mereka tetap berjuang dengan penuh semangat, hingga satu persatu berguguran menjadi syuhada. Sebelum jatuh ke tanah dan meraih mati syahid, setiap orang dari putra Al-Khansa’ ra. Itu sempat melantunkan pernyataan yang dirangkai dalam bait-bait puisi:
Putra pertama berkata,
Saudara-saudaraku, wanita tua yang memberi nasihat itu
telah memberi nasihat kepada kita tadi malam
Nasihatnya sangat jelas dan pernyataannya lugas
Kalian akan berhadapan dalam pertempuran
Dengan bala tentara pasukan Sasan (Persia)
Mereka hanya seperti anjing yang melolong

Putra kedua berkata,
Sesungguhnya wanita tua itu
yang tekadnya bulat dan tegar itu
Telah menyuruh kita agar tetap teguh dan benar
Itulah nasihat yang menunjukkan kasih sayangnya kepada kita
Maka teruslah berperang dan habisi musuh sebanyak-banyaknya

Putra ketiga berkata,
Demi Allah, kita tidak akan melanggar sedikit pun nasihat wanita tua
Karena itu nasihat dan bukti kasih sayang yang tulus dan lembut
Kobarkan semangat perang dan serbulah pasukan musuh
Hingga kalian berhasil melumat pasukan Kisra habis-habisan

Putra keempat berkata,
Aku tidak pantas menjadi anak Al-Khansa’ dan Akhram
Aku tidak pantas menjadi orang terhormat yang membanggakan
Jika tidak berada di garis depan pasukan melawan pasukan ‘Ajam
Menyerbu tanpa rasa gentar dan melibas setiap rintangan
Ketika sang Ibunda mendengar berita kematian empat puteranya dalam hari yang sama, ia sama sekali tidak menampar pipi sendiri dan tidak pula merobek pakaiannya, melainkan menerima berita duka itu dengan penuh keimanan dan kesabaran. “Alhamdulillah yang telah memberiku kemuliaan dengan kematian mereka. Aku berharap, Allah akan mengumpulkanku dengan mereka di tempat limpahan kasih sayang-Nya”, harap Al-Khansa’. Di masa jahiliyah, Al-Khansa’ ra. Memenuhi dunia dengan tangisan dan keluh kesah atas kematian saudara kandungannya, Shakhr. Setelah ditempa oleh Islam dengan luar biasa ia sanggup merelakan empat putera kandungnya sendiri untuk meraih mati syahid dalam perang Qadisiyyah.
Ia begitu tulus dan tabah dengan pengorbanan besarnya itu demi meraih anugrah menjadi penghuni surga, karena Rasulullah Saw. pernah bersabda,
“Siapa yang merelakan tiga orang putra kandungnya (meninggal dunia), maka dia akan masuk surga. Seorang wanita bertanya, bagaimana jika hanya dua putra?, Rasulullah Saw. kemudian menjawab: ‘begitu juga dua putra”. (Diriwayatkan oleh Nasa’I dan Ibnu Hibban dari Anas radhiyallahu’anhu dalam kitab Al-Albani Shahiihul Jaami’ no 5969).
 Sumber :
Mahmud Al-Mishri, 35 Sirah Nabawiyah : 35 Sahabat Wanita Rasulullah saw., Al-I’tishom, 2012, Jakarta.
Teguh Pramono, 100 Muslim Terhebat Sepanjang Masa, Diva Press, 2012, Jogjakarta.



saya jadi teringat Bunda Helvy..
karakternya kuat sekali dalam berpuisi
beliau juga seorang dg jiwa sosial yang tinggi
diterima dan bisa menerima semua kalangan
ah..jauh sekali kamu ket...
Allah..karuniakanlah..

Kamis, 02 Agustus 2012

sabar ituu...

kau bilang sabar itu buah
dia bilang sabar itu tumbuh kembang

aku?

hemm.. apa ya..

tetapi, sakit dua bulan, sembuh dua pekan, sakit lagi ituuu..
sangat mengajari makna sabar
mungkin sempit
tapi.. yah, sabar itu proses

proses bertumbuh, proses berkembang

ketika, tak ada tatap teduh
ketika, tak ada tepuk menghangatkan
ketika, tak ada tangan berpegangan

tiada daya
tiada sanggup menghentikan
saat menghebat, saat memualkan
saat berlarian ke belakang di tengah malam
saat menelan butir-butir berasa pahit

ya, akhirnya..
sabar itu ternyata proses
proses tumbuh
proses berkembang

dan itu semua datang saat ditempat orang
numpang banyak hal (tidur,ngeprint,gunting2,tempel2)
juga saat bersambut menjemput
mereka, yg akan meneruskan..

ya, akhirnya..

sabar juga mengajarkan ikhlas..
diduga menghilang
dikira lari dari tanggung jawab
disangka, bla bla bla

:')

Selasa, 01 Mei 2012

abi



"Let the rain come down
And wash away your tears
Let it fill your soul
And drown your fears
Let it shatter the walls. .
For a new sun
.."


semakin rindu engkau, abi..