Senin, 29 April 2013

menjadi [dewasa]

terimakasih asa :D

ini tulisannya asa, selamat membaca ^^



Tentang ini kurasakan sesaat begitu berat. Ku minta pada Allah setiap saat agar aku segera mengerti apa maksud Allah di balik cerita ini, di belakang kejadian ini. Sampai pada hari ini, kutemukan secara tak sengaja seorang perempuan, kemudian ku coba mengenal profilnya, membaca banyak ceritanya. Dan mungkin Allah bermaksud menyampaikan umurku pada hari ini, pada kejadian ini, dan pada pemahaman ini. Bahwa tak seharusnya aku mengeluh atas apa yang terjadi padaku. Karena setiap manusia diciptakan lengkap dengan detail baik-buruk desain hidupnya dalam domain waktu (t). Masih ada orang dengan cobaan dan jalan yang lebih terjal. Biarlah ini menjadi pembelajaran, untuk menikmati susahnya mengendalikan sabar dan menikmati akhir yang manis. Bahwa Allah selalu punya rencana terbaik, aku percaya. 

terima kasih, Allah...
selalu tak dapat kutebak bagaimana caraMu memberitahu alurku,
selalu kagum dengan desainMu untuk mendewasakanku,
sampaikanlah pemahamanku atas indahnya mencintaiMu dalam kesempurnaan taat, ya Rabb.
aamin...
 
 
 
suatu ketika, sepulang dari sebuah peperangan besar
Rasulullah berseru, "bersiaplah kalian akan menghadapi pertarungan yang lebih besar" 
sahabat terheran dan bertanya, "pertarungan apakah itu ya Rasulullah?" 
"pertarungan melawan diri sendiri" jawab Rasulullah 
Yuk jihad lawan diri sendiri ^^

Al Khansa' :')

Rasanya memang saat ini saya harus banyak2 buka kuping untuk mendengar nasehat dan buka buku/kitab untuk mengafirmasi segala tindakan saya (benar atau salah, baik atau tidak). Ya,semoga membantu.
Ini salah satu tulisan yang semoga bisa menyembuhkan luka dan mengembalikan keyakinan itu..Sungguh Allah akan memeluk mimpi2 itu dan akan memberikannya pada kita DISAAT yang TEPAT :D
selamat membaca dan memetik banyak banyak hikmah ^^


Ia adalah Al-Khansa’, namun nama sebenarnya adalah Tumadhar binti ‘Amr bin Syuraid bin ‘Ushayyah As-Sulamiyah. Al Khansa’ merupakan seorang sahabat wanita yang mulia dan sangat terkenal sebagai penyair. Al-Khansa’ wanita yang bijaksana dan cerdas. Semua orang mengetahui kedudukan dan keahliannya yang luar biasa dalam berpuisi. Bahkan, semua sastrawan sepakat bahwa tidak ada wanita yang memiliki kekuatan puisi yang lebih hebat dari Al-Khansa’, baik di masa lalu maupun masa berikutnya. Selain mahir berpuisi, sebenarnya Al-Khansa’ juga memiliki kepribadian yang sangat kuat, akhlak mulia, pandangan yang tajam, sabar dan berani.
Masuk Islam
Takdir Allah Swt akhirnya menghendaki iman berarak di atas Al-Khansa’ yang kemudian menumpahkan air hujan keimanan ke dalam dadanya, hingga iman menyentuh lubuk hatinya yang paling dalam dan memberi denyut kehidupan hakiki kepadanya. Al-Khansa’ bangkit dengan menepis debu-debu jahiliyah dan mengusung panji tauhid untuk memberi pelajaran kepada seluruh jagat raya yang tidak akan dilupakan dalam catatan sejarah sepanjang masa.
Al-Khansa’ ikut dalam rombongan kabilahnya, Bani Sulaiman, untuk menemui Nabi Saw. dan menyatakan keislamannya. Al-Khansa’ sangat sedih dan menangisi perjalanan hidup yang telah dilaluinya yang jauh dari cahaya iman dan merasa telah tertinggal begitu jauh dari sekian banyak kebaikan. Untuk itu, ia bertekad untuk mengejar ketertinggalannya dan rela mengorbankan apa saja yang dimiliknya demi membela agama yang agung ini.
Keadaannya berubah total setelah ia masuk Islam, ujian yang dialaminya menjadi kesabaran yang didasari iman dan dihiasi oleh takwa, hingga ia tidak lagi merasa sedih ketika kehilangan apa pun dari kenikmatan duniawi ini. Ketika Mutsanna bin Haritsah asy-Syaibani berangkat ke Qadisiyah di masa Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu, Al-Khansa’ turut berangkat bersama keempat puteranya untuk menyertai pasukan tersebut.
Empat putera kandung Al-Khansa’ yang merupakan buah hati dan denyut jantungnya, bergabung dengan pasukan muslim yang ditugaskan menyerang Qadisiyah. Sehari sebelum perang, Al-Khansa’ ra. Menyampaikan beberapa wasiat kepada putera-puteranya,
“Hai Putra-putraku, kalian semua memeluk Islam dengan suka rela dan berhijrah dengan senang hati. Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya kalian adalah keturunan dari satu ayah dan satu ibu. Aku tidak pernah merendahkan kehormatan dan merubah garis keturunan kalian. Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan akhirat jauh lebih baik daripada kehidupan dunia yang fana.
Putra-putraku, sabarlah, tabahlah, bertahanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Semoga kalian menjadi orang-orang yang beruntung. Jika kalian melihat gendering perang telah ditabuh dan apinya telah berkobar, maka terjunlah ke medan laga dan serbulah pusat kekuatan musuh, pasti kalian akan meraih kemenangan dan kemuliaan, di dalam kehidupan abadi dan kekal selama-lamanya”.
Keesokkan harinya, mereka terjun ke medan laga dengan gagah berani. Jika ada seorang di antara mereka yang semangatnya mulai surut, maka saudara-saudaranya langsung mengingatkannya dengan nasihat Ibunda mereka yang telah tua renta, dengan begitu semangatnya berkobar kembali dan menyerbu musuh seperti singa yang mengamuk. Serangan-serangannya seperti siap melumat musuh-musuh-Nya. Mereka tetap berjuang dengan penuh semangat, hingga satu persatu berguguran menjadi syuhada. Sebelum jatuh ke tanah dan meraih mati syahid, setiap orang dari putra Al-Khansa’ ra. Itu sempat melantunkan pernyataan yang dirangkai dalam bait-bait puisi:
Putra pertama berkata,
Saudara-saudaraku, wanita tua yang memberi nasihat itu
telah memberi nasihat kepada kita tadi malam
Nasihatnya sangat jelas dan pernyataannya lugas
Kalian akan berhadapan dalam pertempuran
Dengan bala tentara pasukan Sasan (Persia)
Mereka hanya seperti anjing yang melolong

Putra kedua berkata,
Sesungguhnya wanita tua itu
yang tekadnya bulat dan tegar itu
Telah menyuruh kita agar tetap teguh dan benar
Itulah nasihat yang menunjukkan kasih sayangnya kepada kita
Maka teruslah berperang dan habisi musuh sebanyak-banyaknya

Putra ketiga berkata,
Demi Allah, kita tidak akan melanggar sedikit pun nasihat wanita tua
Karena itu nasihat dan bukti kasih sayang yang tulus dan lembut
Kobarkan semangat perang dan serbulah pasukan musuh
Hingga kalian berhasil melumat pasukan Kisra habis-habisan

Putra keempat berkata,
Aku tidak pantas menjadi anak Al-Khansa’ dan Akhram
Aku tidak pantas menjadi orang terhormat yang membanggakan
Jika tidak berada di garis depan pasukan melawan pasukan ‘Ajam
Menyerbu tanpa rasa gentar dan melibas setiap rintangan
Ketika sang Ibunda mendengar berita kematian empat puteranya dalam hari yang sama, ia sama sekali tidak menampar pipi sendiri dan tidak pula merobek pakaiannya, melainkan menerima berita duka itu dengan penuh keimanan dan kesabaran. “Alhamdulillah yang telah memberiku kemuliaan dengan kematian mereka. Aku berharap, Allah akan mengumpulkanku dengan mereka di tempat limpahan kasih sayang-Nya”, harap Al-Khansa’. Di masa jahiliyah, Al-Khansa’ ra. Memenuhi dunia dengan tangisan dan keluh kesah atas kematian saudara kandungannya, Shakhr. Setelah ditempa oleh Islam dengan luar biasa ia sanggup merelakan empat putera kandungnya sendiri untuk meraih mati syahid dalam perang Qadisiyyah.
Ia begitu tulus dan tabah dengan pengorbanan besarnya itu demi meraih anugrah menjadi penghuni surga, karena Rasulullah Saw. pernah bersabda,
“Siapa yang merelakan tiga orang putra kandungnya (meninggal dunia), maka dia akan masuk surga. Seorang wanita bertanya, bagaimana jika hanya dua putra?, Rasulullah Saw. kemudian menjawab: ‘begitu juga dua putra”. (Diriwayatkan oleh Nasa’I dan Ibnu Hibban dari Anas radhiyallahu’anhu dalam kitab Al-Albani Shahiihul Jaami’ no 5969).
 Sumber :
Mahmud Al-Mishri, 35 Sirah Nabawiyah : 35 Sahabat Wanita Rasulullah saw., Al-I’tishom, 2012, Jakarta.
Teguh Pramono, 100 Muslim Terhebat Sepanjang Masa, Diva Press, 2012, Jogjakarta.



saya jadi teringat Bunda Helvy..
karakternya kuat sekali dalam berpuisi
beliau juga seorang dg jiwa sosial yang tinggi
diterima dan bisa menerima semua kalangan
ah..jauh sekali kamu ket...
Allah..karuniakanlah..

jalan ini..









dari seorang adik
di tanah jogja

Kamis, 25 April 2013

HATI yang seLUAS......

beberapa hari terakhir ini, setelah peradangan hebat.. saya kembali mengambil jenak beberapa menit untuk sungguh2 jujur pada diri saya
dan.. trerengg**..terpantik lagi di kepala saya sebuah cita-cita masa lalu.. tetiba saya bertanya pada diri saya sendiri.. "hey..bukan kah kau dulu berharap punya hati yang luaaasss ........?? mana kau yang dulu cita-kan itu?rindukan itu? dan selalu coba wujudkan itu?.. kenapa peradangan periode ini menghebat sekali...terlalu-kah kau??" bertubi-tubi saya menanyai diri saya sendiri.. dan karna ini jenak moment dimana saya memang harus jujur.. maka..bukan jawab yg saya beri..tetapi pertanyaan bernada bodoh dan amnesia.."eh..iya ya..kemana aja gue yg-dulu.." yg ngga dikit2...hahaa, walaupun dulu tetep dikit2..tapi beda konteks.. Nah, saya jadi tersadar.. Ah ya.. bukan kah saya dulu begitu terobsesi dg kecantikan hati? yang membuat malaikat silau karna cantiknya? manaa manaa?? akhir2 ini saya justru terobsesi pada..ah-apa-itu-namanya.. yang sama sekali tak membuat hati saya makin meluass..justru makin menyempit..dan akhirnya..peradangan lah yang terjadi..

dan diujung senja tadi..
saya mencoba kembali men-zero-kan diri saya
membuka keran2 untuk mengeluarkan segala hal negatif..
membuka tutup2 wadah untuk siap menerima nasehat, saran, masukan..daann pelajaran :D

Saya bersyukur Allah kasih saya moment2 dimana saya sungguh2 mau jujur dengan diri saya sendiri.. kemudian jujur dengan Nya.. dan pada akhirnya..semua itu mengembalikan senyum sumringah.. :D
meski sekarang sudah terlalu bla bla bla untuk mengatakan bla bla bla
(inget ini hanya siklus!!) :p

Yap, biarkan Allah saja yang mendekap erat selama perjalanan ini masih terus melaju..
semoga Allah menghentikannya tepat dengan husnul khotimah...berserta tiket ke Jannah



manusiawi jika manusia ingin menunjukkan eksistensinya
manusiawi jika manusia ingin tampil terbaik dihadapan sesamanya
hanya perlu bersabaaaarrr..
saatnya akan tiba :D
lakukan saja kerja kerja berharmoni dengan cinta
ya, lakukan saja kerja kerja berharmoni dengan cinta
dan ingat..tak perlu lagi ituu..hal yang tak perlu itu, ehehehee :p
ah ya, Hati yang seLuas apa? seLuas Samudera ^^

hanya siklus

Kau percaya ini hanya siklus?

lelah..
sedih..
padat merayap..
detik detik yang biasanya terlewat begitu saja menjadi sangat berharga..
langkah kaki harus semakin sigap..
kepala harus semakin tegap..
dan tubuh harus semakin kuat..

ini hanya siklus..
akan datang saat senang
pengembangan diri lagi
padat lompat2 (apa ini?)
detik detik penuh kejutan
langkah kaki berirama
dan tubuh yang aman-aman saja (ini apa lagi?)


Sayang..
sudah berapa lama hari dan bulan kau hitung..?
sudah berapa kali kau menyadari umurmu tlah bertambah?
satuan, belasan..lantas menjadi kepala dua..dan seterusnya.........

bukan kah sudah ber-kali-kali
ya, sudah ber-kali-kali kau merasai sedih, senang, kejutan, bahagia, kaget, sebel, kesel, marah, lelah, semangat, lesu, futur??

dan lagi...ini hanya siklus..
percaya kah kau?
semua ini akan berakhir..
kalaupun semua seolah ber-sambung dan terus bersambuuung...
semua ini akan berakhir...

DIMANA?

Di Jannah, insyaAllah :')



tahun ini mungkin jadi tahun ter.. haha
bahkan..sapa itu mungkin lebih dekat dalam doa..
mungkin tak seluang dahulu kita saling berbalas puisi
atau sekedar curhat yg kadang penting kadang engga
atau sekedar menyapa dan melempar senyum
ya, mungkin dekat itu tak selalu menyaksikan dengan apa yg kau sebut mata-kepala
tapi selalu bersama dalam doa
melantunkan al-fatihah untukmu yang disana, beserta doa kebaikan dalam hati
dan sungguh2 hanya nafas sendiri lah yang mendengar doa itu..
tentu bersama malaikat dan Yang Maha Tahu Segalanya
ah yaa..
yakin banget dah..biar tanpa kata apalagi kalimat..
sinyal tetep kenceng insyaAllah :')

uhibbukum fillah shalihah2 cantik :*

Selasa, 23 April 2013

langit :')

Perjalanan hidup yang sudah bertahun tahun ini
merangkai banyak cerita..
memberi banyak pelajaran..
melatih banyak hikmah..

saya semakin memahami satu satu mengapa perintah itu begini dan begitu
dan pilihannya hanya TAAT
baik tingan maupun berat
baik sempit maupun lapang
baik sulit maupun mudah
sesederhana itu secara teori..

saya ambil contoh saja
Allah memerintahkan kita untuk "jangan berputus asa".. dan ternyata, yg namanya "putus asa" itu sangat mengerikan. sangaat. kalian bisa bayangkan hidup seorang yg telah berputus asa..mungkin sudah tak hidup lagi orang itu. begitu mengerikan karna "putus asa" bisa menghentikan hidup seseorang, dengan kata lain..putus asa bisa membunuh seseorang..
maka,perintah Allah jelas.."jangan berputus asa", tetap pada keimanan yg PENUH kepada Allah.. maka, hidupnya akan hidup kembali..dan tak mati :')

contoh lain,
Allah janjikan "naik derajat bagi yang menuntut ilmu dan berilmu", ternyata proses "menuntut ilmu" itu butuh perjuangan dan kesabaran yg panjaaang, hehe..
bayangkan saja, setiap saat harus dalam kondisi "on" untuk memasukkan informasi dan mengoperasikan otak, serta hati. bukan begitu proses "menuntut ilmu" yg sebenarnya kawan?
atau mungkin harus ekstra sabar juga dalam berlatih.. seperti saya yg lidahnya ngga kesetel makhroj huruf hiyaiyah dg benar, atau logat bahasa arab yg baru banget dipelajari tentu tak semudah dg teman2 yg sejak kecil sudah terbiasa dg itu :) maka, saya harus ekstra sabar dalam menghadapi diri saya sendiri yg berkali-kali harus mengakui "itu belum bener chat..","belum bagus chat"..dan seterusnya, dan seterusnya :D
Pantas saja Allah ganjar "naikkan beberapa derajat", ternyata..

yang lain lagi misalnya..
sudah jelas dalam hadist.. "laa taghdob!, walakal jannah", jangan marah, dan bagimu surga.. hehe, saya dulu sempet tercengang membaca hadist ini.. bagaimana mungkin orang yg "hanya menjaga" untuk tidak marah mendapat balasan surga? ternyataa, melawan diri sendiri untuk tidak marah disaat yg sebenarny sangat pantas bagi kita sebagai manusia utk marah ituu..Luarr Biasa :D
daan, efek kemarahan itu tak hanya pada satu sisi, pasti berbentur dengan sisi yg lain..

ya, akhir2 ini dalam perenungan panjang..tetiba saja penjelasan itu datang.. (yg kadang menimbulkan cengir reflek-otomatis saya kambuh :p)..
bahwa memang..
Allah selalu kasih semuanya sebanding..
sungguh.. Allah selalu kasih semuanya sebanding..
tak ada yg tak adil dari sisi-Nya..


hamasah,22April2013
01.01 a.m

Jumat, 19 April 2013

Amanah Langit (part 2)



Merasai lagi kehadiran Allah yang begitu dekat, dekaaat sekali..
seolah menepuk nepuk bahu, “kau tak pernah sendiri”
atau berbisik pelan dekat telinga..”bersabarlah, Aku tahu kau begitu rindu”
Betapa rendah, rendah dan kecil sekali diri dihadapan-Nya..menguatkan lagi hati bahwa “penciptaan terbaik ini jangan sampai kau siakan”
Allah telah mudahkan untukku apa2 yg sulit bagi orang lain, jika aku merasai kesulitan bukan berarti Dia tak sayang..justru Dia yang Maha Tahu seberapa tinggi aku kan melejit setelah lewati ujian ini..
Hanya butuh kesabaran dan nafas yang lebih panjang..
Janji Nya sungguh tak pernah teringkari.. Dia tak pernah tidak menolongmu..

Allah..amanah ini..betapa makin kurasai berat.. TT (dari dulu ngga sesadar ini nerima amanah :’()
Amanah dari langit, dengan tanggungjawab setingkat langit..tinggi..tak sekedar basa basi dunia.. Amanah ini sungguh bukan basa basi.. betapa amanah ini menjadikan tidur tak nyenyak, random dalam pikir, atau mendapati diri dalam kebingungan.. kebingungan yang sangat, terkadang buntu. dengan apalagi Allah? sementara kemanpuan begitu begitu saja, karunia berupa kecerdasan yang kompleks hanya sekedarnya, sementara permasalahan yg ada menuntut kemampuan yang mumpuni dan kecerdasan yang kompleks..
ah, belum lagi cela yang tertimbun dalam lisan, laku, juga hati.. Allah saja yang berbaik hati menutupi..jika tidak, bisa jadi tertimbun sudah oleh semua cela, tak ada kebaikan yang tersisa..
Allah...tentu hati ini punya ingin.. tentu hati ini punya harapan..
hanya terkadang kemampuan dilapangan tak menyediakan.
jama’ah? ya,tentu saja itu solusinya.
Allah... tentu ingin hati, semua terselesaikan dengan sempurna, tuntas, ilallah sampai akhir...
hanya terkadang, jiwa terlalu ringkih mengembannya, fisik terlalu lemah, akal terlalu dangkal menopangnya..dan bebahu,lebih sering terguncang karna berat..
dengan apa ya Allah..?
dan..mengingat taujih qiyadi kala itu, mengenai surat Ad dhuha.. sungguh Allah akan menepati janji Nya, bergerak saja meski kita sedang dalam kebingungan yang sangat..
Tolong kami ya Rabb..dalam mengemban amanah dariMu..semoga Husnul Khotimah..



bolak balik dalam pikir, kabinet kebangkitan, kampus, rumah, cita-cita

dalam gelap paling pekat, Allah turun bersama malaikat2Nya,19April2013
dengan plus2 kerinduan :')