Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juni 2013

saya hanyalah

saya hanyalah seorang jundi.. yg sering lupa, bahwa qiyadah punya tanggungjawab lebih besar, beban lebih berat, permasalahan lebih pelik..
saya hanyalah jundi.. yg sering lupa, bahwa qiyadah selalu inginkan yang terbaik..bagi amanahnya..bagi jundi-jundinya..
bahwa qiyadah, telah lebih dulu mentarbiyah dirinya..untuk tetap tegak, meski pundak serasa rapuh..
saya hanyalah jundi.. yg sering lupa..tsiqoh itu tak hanya satu pihak..tapi ketenangan antar pihak..
dan..
saya hanyalah jundi.. yang sering lupa..bahwa qiyadah juga adalah seorang manusia..butuh dinasehati..butuh diingatkan..butuh juga didengarkan..



jadi?

yaa,begitulah :)

Rabu, 01 Agustus 2012

bening

kau masih percaya?

atau kau sudah tak yakin? bahwa masih ada bening

kau masih ingat?

atau kau sudah (me)lupa(kan) tentang bening

"memang apa itu bening?" sanggahmu pura-pura..

kau lupa?? kau lupa???

"...." kau tak menjawabnya, kau benar-benar tak menjawabnya

kalau aku menjadimu, aku tak akan ragu akan bening
aku tak kan lupa, aku tak kan lepaskan
aku tak kan biarkan ia hilang: bening

kalau aku menjadimu, akan kukuras habis semuanya
mengganti dengan yang baru, yang bening
dan menjaganya terus
sampai bening itu menjadi bagian dari diriku
menjadi bagian dari hidup dan matiku
menjadi bagian, bahkan dalam candaku
menjadi bagian, bahkan dalam perjalanan-perjalanan sederhanaku


"aku rasa.. bening tak segitunya.. toh aku tak pernah mengumbarnya"

bohong!! aku saja merasakan, bagaimana mungkin kau tak menyadari??

"aku rasa..ini bukan masalah besar.." katamu menggantung

lalu kau letakkan dimana kalimat tauhid itu?? lalu kau letakkan dimana kata lillah, fillah, billah yang sering kau sebarkan itu??

"..." kau terdiam lagi, mematung..bisu..

hey...jawablah..
kalau kau melakukan ini itu karna -adahallain- padahal lisanmu mengucap lillah, fillah, billah.. dimanakah engkau meletakkan ikrar sucimu itu??



#monodialog-teguran
untuk: kita semua :)

Selasa, 14 Februari 2012

tempat sampah

nyesek..gerram..dan.. gedubraakk!!

bapak-ibu-dewan-yang-ter-hormat--- kalau anda membuang jajan yang katanya membosankan itu namun seharga dua-puluh-ribu-rupiah...maka, dekat dengan gedung mewah panjenengan pada bekerja..ada yang cari2 makanan basi, cuma buat ganjel perut, tiap hari, dan mereka ga pernah bosan kecuali dengan mati..
kalau saya, teman2 saya dan anda sekalian sukaa sekali membuang makanan..di pesta, di kosan, di kampus, di tempat seminar.. apalagi karena alasan malu, gengsi, takut dibilang rakus.. huh, padahal..padahal.. 
astaghfirulloh..
kalau kita saja sukaa sekali membuang2 makanan yang sejatinya adalah rizki.. maka, tempat kita berpijak, melangkah, belajar, berkoar-koar, rapat, tidur, dan hidup adalah: tempat sampah..
dan kau tau apa yang hidup di tempat sampah? ya, adalah sampah.

http://news.detik.com/read/2012/02/14/122534/1841820/10/burt-jajanan-rapat-dpr-tak-enak?991101mainnews

Selasa, 05 Juli 2011

tentang keilmuan, tentang HIMATETA

Bismillahirrohmanirrohim..

keluargaku..HIMATETA...keluarga yg telah mengenalkanku pada banyak orang dengan karakter unik di dalamnya... Duluu...aku semangat sekali ingin membesarkan himpunan ini...ingin membuatnya bercahaya... Duluu...citaku tinggi untuk himpunan ini...aku tahu resikonya...aku tahu konsekuensinya....
dimanapun...kita tak akan pernah bisa mencockkan semua hati... DIMANAPUN.
Saudaraku....
aku hanya ingin menyampaikan sebuah rasa... sebuah rasa dari rasa2 yg menjadi satu... sebuah rasa tentangmu....keluargaku...
Science Lovers...sahabat2ku di bidang kelilmuan...aku tahu...awal kepangurusan kita (bahkan sampai) akhir begitu terasa berat..bukan karna proker kita yang banyak dan besar2...tapi karna hati2 kita yang kecewa dan tersakiti...
ini yang mau aku sampaikan: bahwa, ternyata...kita juga telah salah mengartikan rasa sakit ini...kita (atau lebih tepatnya) saya, tak bijak mengelola rasa kecewa itu menjadi cambuk buat kita...kita justru berlari...membawa luka yang berdarah dan tak mau lagi kembali mengobatinya...dengan cara kita sendiri...
sahabatku...seperti apapun kemarin, dan satu tahun kepengurusan kita...keilmuan telah menjadi rumah kita beraktualisasi, menjadi rumah tempat kita belajar "kehidupan" beragam yg memang begini adanya...
tadi pagi..pas akhirnya ngomong ke ketum kita...aku justru jadi ngrasa salah atas sikap kita selama ini...mungkin kita masih terlalu banyak menuntut ya...jadinya gk profesional dan nggak tanggung jawab...
tapi....biarlah kemarin menjadi cerita kita... bukankah orang yang gagal adalah orang yg tak bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian?? hahaa... aku sayang kalian..makasih udah jadi sahabat2ku yg naik di himateta...mau bersabar ngadepin tingkahku (sama tyas) yg diluar kewajaran.. mau bersabar (dan selalu sedia bahu) pas aku menjelma jadi anak2..(hehe...khususnya buat uki sama mba fe), juga makasii buat afi...yg gk bosen nasehatin aku soal kuliah, hahaa..kmu jd kakak yg baik buat aku fi... trus mas sofyan sama taufiq yang udah mau jadi teman diskusi (atau debat), khususnya mas sofyan yang selalu mau berantem sama aku... makasiii....

buat HIMATETA...semuanya...pengurusnya...makasiii...diluar ketidakmudenganku soal HIMATETA...aku bersyukur ketemu kalian en belajar banyak dari kalian...soal karakterku..en karakter kalian yg unik...soal "sisi2 lain" yg sebelumnya gk pernah terfikirkan olehku ada dan dialami manusia...hahaa (apaan coba).. setidaknya juga...aku selalu teringatkan saat ngliat kalian...sungguh...kita tak boleh sombong dan merasa telah menjadi 'baik' karna keadaan kita sekarang... makasiii yaa... tetep semangat!

buat adek2ku angkatan 2010...yg pada tepar nyiapi acara musang (juga buat Neni, ketupatnya yg paling cantik:)...pesenku... jangan pada berebut soal hak dan kewajiban...jika memang HIMATETA adalah sebuah keluarga...sungguh jangan pada berebut soal hak dan kewajiban..lakukan apa yg jadi kewajibanmu dan jangan menuntut hak lebih...percxaya deh, kalo gitu...HIMATETA bisa tumbuh besar lagi...percaya deh.. semangat berkarya ya!!

Musyawarah Anggota Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian dimulai tanggal 1 Juli...(dan sampe sekarang belum selesai...hwaaaa...) s-e-m-a-n-g-a-t-t-!!

Kamis, 04 Februari 2010

Teknologi Pangan dan Unsoed

“Potensi sumber alam Indonesia yang berlimpah, serta didukung oleh ketersediaan sumber tenaga manusia yang besar, serta teknologi agrikultur yang memadai, Indonesia pasti bisa merealisasikan untuk memberi makan dunia,”(Franky Oesman Wijaya, 2010)

Produksi pangan dunia terutama dari komoditas serealia akan mengalami kenaikan harga secara signifikan jika produksinya tidak dapat ditingkatkan dalam kurun waktu 2010-2050 (Man So Ho, 2010)

Saya mau berbagi,
ketika saya SMA kelas 3, saya ingin sekali masuk Teknologi Pangan IPB, pede sekali mendaftar PMDK ke sekolah, ambil Tek0Pang IPB yang grade-nya disana tentu nomor satu, tapi urung,, saya tak jadi pede, saya tak jadi mengajukan PMDK itu..
banyak lah alasannya buat ga jadi ngajuin PMDK ke IPB, lah banyak lah..barusan mati lampu, saya jadi males nglanjutin...
sekarang say kuliah di Unsoed, Universitas Jenderal Soedirman,, mau nggak mau, karena emang cuma di terima disini.. belum sepenuhnya ikhlas berada di sini, ngublak ublak purwokerto dari umur 15 tahu.. bosen, pengin liat dunia luar

=-tulisan ini belum selesai, kapan2 saya lanjutin lagi..saya mau nerusin "burlian", kemarin nemu di gramed, akhirnya membaca novel ter-liye lagi-=

Senin, 30 November 2009

Ujian Nasional nggak ditiadakan

Alhamdulillah Ujian Nasional tetep diadakan, aku bakal protes kalo UN ditiadakan, kenapa nggak dari tahun kemarin???hehe...
Bukannya aku mau sokk tau, emang aslinya sok tau inih,,
menurutku, tak perlulah UN ditiadakan, tolak ukur kelulusannya nanti pake apa??
kalau ada yg nggak lulus, trus frustasi,, aku kira ini masalah moral, akhlak.
Setuju bgt kalau kelulusan nggak cuma dilihat dari angka2, setuju bgt kalo kita juga harus memperhatikan aspek "proses" disini. Tapi bukan berarti kemuadian kita mengkambinghitamkan UN.
Masalahnya adalah, budaya ketidakjujuran telah menjadikan lulusan yang dihasilkan tak berkualitas, apa gunanya tingkat kelulusan sampe 90% lebih, tapi hanya sekitar 10% yg benar2 jujur dlm mengerjakannya. Aku kira ini hal yg serius.
Maka adik2ku semua,, percayalah, ketika kamu memilih untuk selalu berbuat jujur, maka kebaikan akan selalu mengiringi langkah hidupmu..
Buat pemerintah, saya kira anda pun harus ujian ulang, saya ragu, jika benar para petinggi negeri ini benar2 orang intelektual, kenapa sampai sekarang Indonesia masih gini2 aja,, makin tergilas oleh perkembangan zaman. Dimana tanggung jawab kalian wahai para petinggi, mahasiswa!!!